5 Proyek Multiyears Termahal Sumatera Barat Paling Bikin Boncos Negara, Ada Saingan Flyover Tertinggi Eropa!


inNalar.com –
Perkembangan geliat infrastruktur di Sumatera Barat terbilang lambat, tetapi siapa sangka daerah ini memiliki daftar proyek mewah yang menelan dana fantastis.

Banyak megaproyek termahal Sumatera Barat yang dikerjakan dengan anggaran tahun jamak alias multiyears. Konsekuensinya, progres lambat tetapi menguji kesabaran masyarakatnya.

Salah satu proyek multiyears termahal yang paling dinantikan adalah infrastruktur flyover berkelok yang rupa megahnya digadang tampak menyaingi jalan tertinggi di Eropa.

Baca Juga: Pantas Pengin Pisah dari Kab Gresik, Jarak dari Pulau Terpencil Jawa Timur Ini ke Pusat Kota Bagai Bumi Langit

Penasaran bagaimana detail lanjutannya? Simak 5 megaproyek bernilai fantastis yang akan inNalar.com rangkumkan sebagai berikut.

1. Stadion Utama Sumbar

Gawean pertama yang menelan dana fantastis adalah fasilitas olahraga yang berlokasi di Padang Pariaman.

Baca Juga: Investasi Rp16 Triliun, Jokowi: Megaproyek SGAR di Kalimantan Barat Langkah Awal Hilirisasi Indonesia!

Calon stadion kebanggaan warga Sumatera Barat ini memakan anggaran hingga Rp1,2 triliun. Namun sayangnya, hingga tahun ini infrastruktur berkapasitas 40.000 penonton ini belum juga beres digarap.

Meski pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2018, bangunan beratap biru cerah di Nagari Sikabu Lubuk Alung ini masih mangkrak.

Adapun progres terkininya mentok di angka 35 persen sebagaimana diungkap oleh Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga: Beres! Rusunawa Universitas Muhammadiyah Jakarta Dilengkapi Fasilitas Canggih Usai Makan Anggaran Rp174 Miliar

Padahal, biaya yang disedot untuk pembangunannya saja sudah menembus sekitar Rp700 miliar.

Kendala utama seretnya progres terungkap dikarenakan proyek multiyears ini perlu kesabaran ekstra. Penganggaran dana APBD dicicil sejak 6 tahun silam.

2. Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi

Beralih dari Padang Pariaman, ternyata ada pula garapan infrastruktur lainnya yang disebut masuk dalam daftar megaproyek bernilai fantastis.

Baca Juga: Lembang Siap Jadi Kota Baru Hasil Pemekaran Kabupaten Bandung Barat? Ini 3 Kecamatan yang Masuk dalam Wilayahnya

Proyek multiyears yang kedua ini adalah Masjid Raya Sumatera Barat. Disebut termahal karena pemerintah provinsi perlahan mencicil pembangunannya hingga menelan dana Rp330 miliar.

Demi sebuah masjid ikonik berdesain cantik di kota Padang, dana daerahnya dikerahkan mulai tahun 2007. Berkat ke-istiqomahan-an provinsinya, masjid ini akhirnya dapay selesai 12 tahun setelahnya, tepatnya pada Januari 2019.

Proyek multiyears berupa masjid terbesar dan termahal di Kota Padang ini dahulu digagas oleh sederetan Gubernur Sumatera Barat seperti Mahyeldi Ansharullah, eks Gubernur Irwan Prayitno dan Gamawan Fauzi, melansir dari Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Kabupaten Bandung Barat Siapkan Kota Mungil Baru di Jawa Barat, Dua Kecamatan Ini Jadi Fokus Utama

Adapun nama masjidnya kemudian diganti pada 7 Juli 2024, menggunakan nama tokoh pemuga agama Minangkabau yang dahulu juga sempat menjadi Imam Besar Masjidil Haram.

“Masjid Raya Sumbar, yang berlokasi tepat di depan kantor wilayah DJPb Sumatera Barat, kini resmi menyandang nama baru sebagai bentuk penghormatan kepada Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi,” dikutip dari DJPB Kanwil Sumbar I Kementerian Keuangan.

3. Pasa Ateh

Proyek multiyears ketiga terletak di Bukittinggi, Sumatera Barat. Inilah Pasa Ateh yang dahulu sempat terlalap api hingga menghanguskan seluruh bangunannya.

Baca Juga: Revitalisasi Dibiayai APBN Rp154,7 Miliar, Taman Balekambang Solo Berubah Rupa Jadi Makin Cantik!

Berbekal anggaran APBN senilai Rp292 miliar, akhirnya pusat perbelanjaan tradisional yang satu ini seolah reinkarnasi menjulang empat lantai dengan kapasitas tampung 835 kios.

Pasar tradisional seluas 39.720 meter persegi dirombak kembali oleh Pemerintah RI pada tahun 2018 dan selesai pada 31 Desember 2019.

Kontrak pembiayaannya pun menggunakan anggaran tahun jamak dan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya KSO, PT Penta Rekayasa, dan PT Deta Decon.

4. Jalan Tol Padang – Sicincin

Salah satu ruas Tol Padang – Pekanbaru ini sempat bikin ketar ketir negara sebab progresnya yang terbilang lambat mengingat perencanaannya sudah dimulai sejak tahun 2014 silam.

Padahal anggaran yang termakan untuk alokasi pembangunan jalan tol ini mencapai Rp9,8 triliun.

Proyek multiyears tanggung jawab PT Hutama Karya ini dipatok target selesai pada tahun 2024.

Kendala utamanya cukup klasik, yakni persoalan pembebasan lahan yang cukup menyita waktu proses pembangunannya.

Jalan tol sepanjang 36,6 kilometer ini progres teranyar menyentuh angka hampir 98%. Mengenai kapan garapan ini menyentuh garis finish-nya perlu kesabaran tambaha dan menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak pembangun.

Namun apabila infrastruktur ini berhasil selesai, pelintas di sepanjang daerah Padang dan Sicincin akan hewat waktu hingga 1,5 jam.

5. Flyover Kelok 9

Proyek multiyears termahal di Sumatera Barat ini cukup menyita perhatian nasional berkat bentuk kelokannya yang mengular di tepi perbukitan Kabupaten Limapuluh Kota.

Jembatan layang ikoniknya Sumatera Barat ini disebut memiliki 9 tikungan tajam ini diketahui telah menelan dana APBN hingga Rp580,8 miliar.

Proses pengerjaannya terbilang lama karena pada dasarnya pengerjaan sudah dimulai sejak tahun 2003 hingga berakhir seluruh tahapannya pada tahun 2013.

Salah satu kendala utamanya tentu terletak pada tingkat kesulitan pengerjaannya.

Tahukah bahwa flyover berkeloknya Sumatera Barat ini tampilannya mirip dengan infrastruktur jalan tertinggi di Eropa, Stelvio Pass.

Bedanya, flyover kelok 9 panjangnya melintang 2.537 meter melintasi perbukitan Limapuluh Kota.

Sementara jalan tertinggi di Eropa ini berkelok di atas ketinggian 2.757 mdpl, tepatnya di Pegunungan Alpen, Swiss.

Konsep unik berkeloknya inilah yang membuat infrastruktur termahalnya Sumbar mirip dengan jalan berkelok tersebut.***

Rekomendasi