5 Cara Menanam Cabe Merah di Lahan, Cocok untuk yang Punya Lahan Luas dan Ingin Jadi Petani Cabai

inNalar.com – Inilah cara menanam cabe merah di lahan, khususnya bagi yang memiliki lahan luas dan bisa jadi potensi bisnis untuk jadi petani cabai.

Mengingat harga jual cabai yang saat ini terus meroket, melakukan cara menanam cabe ini bisa jadi hal menarik.

Memanfaatkan peluang pasar dengan cara menanam cabe yang tepat, bisa menghasilkan cabai merah dalam jumlah banyak dan kualitas tinggi.

Dari menerapkan cara menanam cabe yang tepat tentunya dapat menghasilkan keuntungan berlipat ganda.

Sebagaimana dilansir inNalar.com dari situs paktanidigital.com, inilah cara menanam cabe merah di lahan luas.

Baca Juga: Wirda Mansur Dianggap Penipu Seperti Ayahnya Gegara Hal Ini, ‘Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya’

1. Pengolahan Tanah dan Pembenihan

Langkah awal yang dilakukan saat akan menanam cabe merah adalah dengan melakukan tahap pengolahan lahan dan pembenihan.

Langkah pengolahan lahan yang harus dilakukan yaitu:

· Lakukan penggemburan lahan dengan cara dicangkul atau dibajak hingga kedalaman 20-40 cm. Fungsi dari pembajakan yaitu untuk mengangkat batu-batu maupun gulma yang ada di dalam tanah.

· Setelah dibajak kemudian dibuat bedengan untuk tempat budidaya cabe. Tinggi dari bedengan tersebut sekitar 30-40 cm dan lebarnya kurang lebih 1 meter, jarak antar bedengan sekitar 60 cm.

Baca Juga: Update Covid-19 di Indonesia Hari Ini, 16 Juli 2022: Virus Corona Meroket, Kasus Baru Bertambah 4 Ribu Lebih

· Buat saluran air di pinggir bedengan supaya tanaman tidak tergenang.

· Pada tanah dengan pH yang asam, campurkan tanah dengan kapur dolomit. Gunakan dosis 2-4 ton/h. Pemberian kapur tersebut dilakukan setelah selesai proses pembajakan.

· Tambahkan juga pupuk organik, takaran yang digunakan 20 ton/ha, urea 350 kg/ha, serta KCL 200 kg/ha yang digunakan untuk ditambah kandungan unsur haranya pada tanah.

· Setelah tanah dicampur pupuk, tutup bedengan menggunakan mulsa plastik hitam. Fungsinya untuk mencegah terjadinya erosi, menjaga kelembaban tanah, serta menjaga lahan dari adanya serangan gulma.

Proses pembenihan bisa dilakukan dengan 2 jenis benih, yaitu yang dipakai dari toko pertanian ataupun dari cabe merah hasil panen yang sudah kering setelah dijemur.

Baca Juga: Apa Perbedaan Benih dan Bibit? Jangan Sampai Salah! Simak Penjelasannya di Sini

2. Penyemaian Benih

Setelah mendapat benih cabe merah yang berkualitas, tahap selanjutnya yaitu lakukan penyemaian.

Untuk menyemai benih, bisa dilakukan dengan menanamnya di polybag terlebih dahulu. Media tanam yang dipakai untuk proses penyemaian terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar.

Saat proses penyemaian, simpan polybag di tempat teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Lakukan perendaman benih cabai merah terlebih dahulu di air hangat agar mempercepat proses perkecambahan.

Baca Juga: Borneo FC vs Arema FC Final Piala Presiden 2022: Link Live Streaming, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

Penyiraman juga harus dilakukan dengan hati-hati, terutama pada tahap ini. Karena tidak boleh berlebihan.

Lakukan penyiraman di atas kertas koran yang sudah disimpan pada permukaan polybag. Dengan cara tersebut maka air tidak dapat langsung mengenai benih.

3. Penanaman Benih

Setelah benih cabe yang disemai sudah mengeluarkan 3-4 helai daun, lakukan pemindahan ke lahan. Proses ini harus dilakukan pada pagi atau sore hari pada kondisi matahari yang tidak terlalu terik.

Untuk menanamnya, buat lubang tanam dengan ukuran sebesar polybag. Setelah itu, robek plastik polybag lalu masukkan tanah polybag serta benihnya ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan.

Beri jarak tanam yang sesuai agar akarnya dapat tumbuh lebih maksimal sehingga dapat terhindar dari serangan hama seperti ulat maupun bekicot.

Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat dan Padat terbaru 2022: Tema Ketahui Manfaat Hujan agar Lebih Mensyukuri Nikmat Allah

4. Perawatan Tanaman

Setelah tahap pemindahan benih, langkah selanjutnya adalah proses perawatan. Perawatan cabe tergolong mudah dan sederhana untuk dilakukan.

Agar dapat menopang pertumbuhan cabe merah, siapkan penopang kayu atau bambu dengan jarak minimal 4 cm dari bagian pangkal batang tanaman cabe.

Penancapan kayu dilakukan saat cabe merah sudah masuk usia 7 hari setelah tanam (hst), sedangkan pengikatan dengan tanaman dilakukan saat cabe merah sudah memasuki usia 1 bulan.

5. Tahap Pemanenan

Cabe merah sudah dapat dipanen saat memasuki usia 60-75 hst. Ciri-ciri cabe yang sudah siap dipanen adalah warnanya sudah merah sempurna.

Pemanenan cabe merah harus dilakukan pada saat yang tepat. Jika terlalu cepat, maka cabe akan terasa keras, namun jika terlalu lama dipanen, cabe akan membusuk di pohon.

Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat Terbaru 2022, Tema Mengenal Keutamaan Berinfak dalam Agama Islam agar Mendapatkan Pahala

Menanam cabe merah di lahan sendiri tentu akan memberikan banyak keuntungan. Anda tidak perlu lagi membeli cabe merah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Apalagi jika mengingat harga jualnya yang semakin hari semakin meningkat. Jika hasil panen bagus dan melimpah, Anda juga dapat memulai bisnis cabe merah agar dapat meningkatkan penghasilan. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]