

inNalar.com – Selain menjadi rumah bagi badak berculak satu, Banten ternyata juga memiliki keindahan laut yang tidak kalah dari Indonesia timur.
Keindahan pantai di Banten dapat ditemui di Pulau Peucang, sebuah pulau yang berada di Selat Panaitan, Kabupaten Pandeglang.
Pulau ini menjadi salah satu penerima Situs Warisan Dunia UNESCO bersamaan dengan dua pulau lainnya.
Dilansir inNalar.com dari tnujungkulon.menlhk.go.id, nama dari “Peucang” sendiri berasal dari nama siput yang ditemukan oleh warga sekitar di Taman Nasional Ujung Kulon.
Sehingga beberapa orang sempat mengartikan pulau ini sebagai pulau kancil karena “Peucang” sendiri berarti kancil di Bahasa Sunda.
Kekhasan dari pulau ini adalah pantai pasir putih yang luas dan keindahan objek wisata bawah alamnya.
Pengunjung dapat berenang, menyelam, snorkeling, hingga tracking ke karang copong yang ada di pulau.
Wisata lain yang dapat dinikmati adalah Padang Pengembalan Cidaon yang dapat ditempuh dengan menyebrang menggunakan boat kecil berkapasitas 6 orang selama 15 menit.
Satwa-satwa di Cidaon akan menghibur penonton seperti atraksi banteng, rusak, babi hutan, hingga burung merak.
Selain itu, terdapat juga mercusuar dan dermaga yang menjadi situs sejarah peninggalan kolonial Belanda.
Pulau ini ditempuh menggunakan kapal dari Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan waktu sekitar 2,5 jam.
Harga tiket masuknya sendiri hanya berkisar 5 ribu Rupiah di hari biasa dan 7.500 di akhir pekan.
Selain itu, pulau ini juga menghadirkan beberapa penginapan, seperti Villa Batik NIKKI Peucang Resort.
Keunikan dari penginapan ini adalah hunian yang menggunakan bahan alam sepert bambu dan alang-alang, dengan tarif 1.600.000 per malam.
Pengunjung juga bisa merasakan pengalaman berlibur menegangkan karena banyaknya satwa liar berkeliaran di pulau ini.
Namun tenang, satwa liar ini tidak akan menyerang bila tidak diganggu. Tetap saja, bila menginap di sini pastikan untuk menutup jendela dan pintu kamar rapat-rapat agar tidak mendapat kunjungan mendadak.***