Yakin Elektabilitas Anies Baswedan Tinggi di Pilpres 2024, Willy Aditya: Bisa Menang Lawan Prabowo


inNalar.com
– Bursa Pilpres 2024 semakin kencang. Salah satu tokoh yang digadang-gadang akan turut mencalonkan diri adalah Anies Baswedan.

Bergabungnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuat bursa Pilpres 2024 mendatang tampak semakin menarik.

Banyak yang akhirnya membandingkan dan penasaran dengan elektabilitas seorang Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Pada Pilpres 2024 mendatang, selain Anies Baswedan tentunya ada nama Prabowo Subianto yang dinilai masih punya elektabilitas tinggi.

Elektabilitas dari kedua tokoh politik ini terus menjadi sorotan. Sebagai pemain lama di ranah Pilpres, nama Prabowo Subianto tentu sering menjadi barometer.

Baca Juga: Anies Baswedan Bantah Soal Utang Rp50 Miliar ke Sandiaga Uno: Uang dari Pihak Ketiga-Penyumbang Dana

Kendati demikian, tim suksesnya yakin bahwa elektabilitas Anies cukup tinggi dan dapat bersaing dengan Prabowo.

Hal itu didasari dengan semakin banyaknya dukungan partai politik pada Anies untuk maju pada putaran Pilpres tahun depan.

Hingga saat ini, Anies diketahui telah mengantongi dukungan dari 3 parpol. Di antaranya yaitu NasDem, Demokrat, dan PKS.

Dengan dasar dukungan tersebut, kubunya yakin jika elektabilitas Anies akan semakin tinggi dan siap untuk maju sebagai calon Presiden.

Keyakinan kubu pendukung Anies Baswedan akan kemenangan pada Pilpres 2024 pun semakin menguat. Termasuk yakin bahwa Anies bisa menang dari Prabowo.

Baca Juga: Sandiaga Uno Pilih Ikhlaskan Utang Rp50 M Anies Baswedan, Total Kekayaannya Memang Tak Diragukan

Sebagaimana dikutip inNalar.com dari Ayo Jakarta pada artikel berjudul “Kubu Anies Baswedan Yakin Elektabilitas Tinggi, Tak Perlu Biaya Besar untuk Kampanye, Cukup Modal Ini Saja!“.

Bahkan Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya tidak merasa khawatir lagi dengan elektabilitas Anies Baswedan dan merasa percaya diri.

Berbeda dengan Prabowo Subianto yang berdasarkan rumor akan didampingi oleh Muhaimin Iskandar saat maju Pilpres nanti, belum ada rumor beredar tentang siapa Cawapres Anies nantinya.

Ketika Willy Aditya ditanya perihal Cawapres Anies, ia belum bisa memastikan dan mengingatkan bahwa hal-hal yang terjadi di dalam dunia politik memiliki banyak kemungkinan.

“Politik adalah seni kemungkinan dan politik memiliki elemen of surprise, kita cicil-cicil dulu lah,” kata Willy.

Baca Juga: Anies Baswedan Bagikan Momen saat Berikan Kuliah Tamu pada Ruangan Bersejarah di University of Oxford

Willy Aditya menyampaikan bahwa tidak perlu terburu-buru dalam mengusung Cawapres karena pendaftaran untuk Pemilu 2024 saja belum terbuka. Ia mengaku partai koalisinya masih dalam tahap pembahasan untuk menentukan Cawapres.

“Masalah Cawapres itu bagian yang masih menjadi proses pembahasan,” ujarnya.

Meskipun belum mantap menentukan Cawapres, pihak Anies Baswedan sudah merasa percaya diri dan tidak membutuhkan strategi yang rumit untuk memenangkan Anies dalam Pemilu.

Willy meyakini bahwa elektabilitas dari Anies sudah sangat tinggi jadi tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk kampanye, bahkan diakuinya dukungan untuk Anies sudah melimpah.

“Kalau memenangkan kalau strategi, Anies ini modal bismillah hasil alhamdulillah. Artinya ini kan low cost high explosion,” ujar Willy.

Baca Juga: Anies Baswedan Sampaikan Momen Paling Menyentuh dari Masyarakat Usai Purna Tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta

Uniknya, Willy mengatakan bahwa ia hanya perlu modal menggunakan chat WhatsApp saja maka dukungan dari ibu-ibu akan senantiasa datang ramai-ramai.

“Jadi Anies kemana-mana tuh cukup modal WA saja, emak-emak datang. Hujan-hujan tetap berdiri mereka itu,” kata Willy percaya diri.

Dengan penuh keyakinan Willy Aditya meyakini bahwa Anies bisa menang melawan Prabowo dengan usaha bersama dari koalisi partai.

“Kalau masalah keyakinan kita berusaha bersama-sama. Ngga ada orang yang memajukan kandidatnya ngga yakin menang,” kata Willy Aditya.

Berdasarkan data dari Lembaga Survei Indonesia per Agustus 2022, Anies Baswedan memiliki tingkat elektabilitas sebesar 19,3% sedangkan Prabowo Subianto adalag 21,3%.

Baca Juga: Anies Baswedan Jadi Sorotan, Tegas Cuma Santai Serta Kerja Nyata Selama Menjadi Gubernur DKI Jakarta

Elektabilitas sendiri merupakan tingkat ketertarikan publik dalam memilih sesuatu yang dalam hal ini adalah tokoh politik.***(Awit Wiarni/Ayo Jakarta)

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]