Wujudkan Net Zero Emission 2060, PLTA di Kalimantan Utara, Kapasitas 9000 MT, Gelontorkan USD17,6 Milar

inNalar.com – Dukung Net Zero Emission tahun 2060, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) hasilkan 9000 Megawatt.

Pembangunan PLTA di Kalimantan Utara dibangun pada awal tahun 2023.

Pembangunan PLTA ini dibangun oleh PT Kayan Hydro Energy dengan proyeksi dari nilai investasi sebesar 17,6 miliar dolar.

Baca Juga: Target Selesai 2026, Kilang Minyak di Kalimantan Timur ini, Miliki Kapasitas 300.000 Barrel per Hari, Lebih…

Untuk merealisasikan pembangunan PLTA di Kalimantan Utara, maka dibutuhkan 5 bendungan untuk menunjang operasional PLTA tersebut.

Bendungan- bendungan tersebut nantinya akan menyuplai listrik ke dalam tenant-tenant yang merupakan bagian dari kawasan industri hijau.

Bendungan pertama direncanakan dengan kapasitas sekitae 900 MW, bendungan kesua 1.200 MW, bendungan ketiga 1.800 MW, Bendungan keempat 1.800 MW, dan bendungan kelima 3.300 MW.

Baca Juga: Jadi Prioritas di Kalimantan Barat, Proyek Infrastruktur di Tahun 2023 Progresnya Sudah 80 Persen?

Dilansir oleh inNalar.com dari desdm.kaltaraprov.go.id, total keseluruhan listrik yang dihasilkan sebesar 9000 MW.

Tentunya pembangunan pembangkit listrik tenaga air ini akan mendukung kawasan industri hijau tersebut.

Mengurangi penggunaan bahan alam habis pakai, PLTA Kalimantan Utara berkontribusi besar untuk mendukung Net Zero emission tahun 2060.

Baca Juga: HELLOWEEBS by Jvibes.id Hadir di Malang, Komunitas Wibu Wajib Merapat!

Pembangunan bendungan pertama, dimulai sejak tahun 2022 dan diproyeksikan bisa berfungsi secara operasional pada tahun 2026.

Pembangunan bendungan pertama menghabuskan sekitar USD2,8 miliar dari total anggaran USD17,6 miliar.

PLTA di Kalimantan Utara itu dibangun diatas lahan 4.686 hektar milik PT Indonesia Strategis.

Baca Juga: Bisa Miskin 7 Turunan? Hal Sepele di Kalimantan Timur Ini Ternyata Dianggap Sebagai Kutukan Hebat

PLTA Kalimantan Utara sebagai sebuah dorongan untuk menciptakan energi bersih yang bisa diperbaharui.

Sehingga dengan adanya pembangunan PLTA di Kalimantan Utara akan mendukung wujudkan Net Zero Emissions tahun 2060.***

 

Rekomendasi