Wow, Total Utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno Diungkap Refly Harun: Jumlahnya Allahu Akbar!

inNalar.com – Menjelang Pilpres 2024, isu tak sedap menerpa Anies Baswedan yang disinyalir akan kembali terjun pada bursa politik tahun depan.

Isu yang menyeret Anies Baswedan kali ini terkait dengan utang piutang yang terjadi di masa lalu antara dirinya dengan Sandiaga Uno.

Disinyalir, urusan utang tersebut terjadi saat Anies Baswedan menggaet Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 silam.

Kabar ini berawal dari pernyataan Waketum Golkar Erwan Aksa di YouTube milik Akbar Faizal yang sudah diunggah sejak 4 Februari 2023 lalu.

Dalam diskusi tersebut, Erwan mengungkap ada kesepakatan terkait utang antara Anies dan Sandi saat keduanya mencalonkan diri sebagai calon pemimpin DKI tahun 2017.

Baca Juga: Anies Baswedan Bagikan Momen saat Berikan Kuliah Tamu pada Ruangan Bersejarah di University of Oxford

Jumlah utang yang disebut-sebut dalam diskusi tersebut juga tidak sedikit, yaitu Rp 50 miliar.

Namun ternyata, Refly Harun mengungkap total utang yang dimiliki Anies pada Sandi sebenarnya lebih besar dari itu.

Ungkapan dari sang ahli hukum tata negara ini semakin membuat publik terkejut karena menurutnya, total utang Anies Baswedan pada Sandiaga Uno lebih fari Rp 50 miliar.

Melalui kanal YouTubenya, Refly Harun turut memberi klarifikasi terkait berapa jumlah utang Anies pada Sandi yang sebenarnya.

Menurut Refly Harun, sebenarnya jumlah total utang Anies pada Sandiaga mencapai nominal Rp 90 miliar.

Baca Juga: Anies Baswedan Jadi Orang Indonesia Pertama yang Diangkat sebagai Anggota Dewan di Oxford University

Sebagaimana dikutip inNalar.com dari ayojakarta dari artikel berjudul “Bukan Rp 50 Miliar, Utang Anies Baswedan Ternyata Lebih dari Itu, Refly Harun Ungkap Fakta Sebenarnya“.

“Utang itu tidak 50 m, tapi jumlahnya Allahu Akbar, ternyata 92 m,” ujar Refly Harun.

Jumlah utang tersebut diketahui Refly Harun dari dokumen yang ia dapat dari seseorang.

Sayangnya, ia enggan menyebut siapa nama orang yang berani memberikan dokumen terkait data utang Anies tersebut.

Dalam dokumen yang dibacakan Refly tersebut ada tiga perjanjian.

Baca Juga: Anies Baswedan Sampaikan Momen Paling Menyentuh dari Masyarakat Usai Purna Tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta

Surat pernyataan utang tersebut, ditanda tangani Anies, lengkap dengan identitas diri.

“Dengan ini membuat pernyataan sebagai berikut, surat pernyataan ini adalah surat tambahan dari pernyataan pertama yang dibuat pada 2 Januari 2017 dengan dana pinjaman sebesar 20 miliar,” kata Refly membacakan isi surat pernyataan tersebut.

Kemudian, di surat pernyataan kedua, tertanggal 2 Februari 2017 dengan dana pinjaman sebsar Rp 30 miliar.

“Saya mengakui kembali meminjam uang sebesar 42 dari Bapak Salahudin Uno, tanpa jaminan, tanpa bunga untuk pemenuhan kewajiban 70 persen dari tital biaya kampanye putaran dua Pilkada DKI pada 2017,” tulis Anies di pernyataan tersebut yang dibacakan Refly.

Sehingga jumlah utang Anies adalah Rp 92 miliar.

Baca Juga: Kiky Saputri Mengalami Kerugian Rp2,5 M Sebelum Roasting Anies Baswedan, Tetapi Tetap Harus Profesional

Refly lantas menjelasan, uang Rp 42 miliar itu merupakan 70 persen dari dana Pilkada yang dibebankan kepada Anies Baswedan.

“Dengan demikian saya mengakui dana pinjaman 1, dana pinjaman 2 dan dana pinjaman 3 sebesar 92 m,” ujar Anies dalam pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan itu, Anies mengatakan bahwa jumlah pinjaman dana ketiga tersebut dari pihak ketiga.

Pinjaman tersebut ternyata dijamin langsung oleh Sandiga Uno secara pribadi.

“Yang menjamin Sandiaga Uno, tapi uang mengakui utang Anies Baswedan,” celetuk Refly.

Dijelaskan Refly juga sesuai dengan pernyataan tersebut, dana yang dipinjam bukan untuk keperluan pribadi Anies, melainkan untuk kepentingan Pilkada.

Baca Juga: Profil Keluarga Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Dengan Banyak Program Suksesnya Selama 5 Tahun

“Saya berjanji dan atau bertanggung jawab membantu upaya pengembalian dana pinjaman ketiga tersebut jika saya dan bapak Sandi tidak terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur,” kata Anies di pernyataan itu.

Sementara sebaliknya, jika Anies dan Sandi menang, pinjaman satu, dua, dan tiga itu dianggap lunas.

“Sandiaga Uno berjanji untuk menghapuskan dana pinjaman 1, 2 dan 3 serta membebaskan saya dari kewajiban untuk membayar kembali dana pinjaman 1, 2, dan 3 tersebut,” jelas Refly sesuai pernyataan itu.

Mekanisme penghapusan dana pinjaman satu, dua dan tiga itu akan ditentukan melalui kesepakatan Anies dan Sandi.

Refly lantas mengakatan memang benar adanya pengakuan utang piutang tersebut, namun uang tersebut tidak masuk ke rekening Anies pribadi.

Melainkan masuk ke rekening dana kampanye untuk Pilkada.

Baca Juga: Anies Baswedan Foto Bersama Jusuf Kalla dan 3 Pimpinan Partai Politik, Apa Makna di Balik Pertemuan Itu?

Sehingga bisa disimpulkan bahwa seharusnya Anies Baswedan terbebas dari utang tersebut lantaran telah menang di Pilkada 2017.

“Kalau sudah menang ya sudah dianggap itu biaya perjuangan sebagaimana dikatakan oleh Sandi tadi,” tegas Refly Harun.

Di sisi lain, Sandi juga sudah melakukan salat istikharah dan merelakan uang tersebut.***(Dessy Rahmawati/Ayojakarta).

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]