

inNalar.com – Sampai saat ini diketahui bahwa para pejabat tidak ada yang berani untuk berkunjung ke masjid ini, karena menurut mitos yang beredar para pejabat yang akan mendatangi masjid tersebut akan lengser.
Bahkan sejumlah para pejabat di indonesia belum pernah ada yang yang mengunjunginya karena takut pergi ke masjid kudus.
Tidak hanya ke masjidnya saja bahkan para pejabat di indonesia juga tidak berani untuk mengunjungi makam sunan kudus.
Presiden Jokowi pernah membatalkan acara kunjungan ke masjid kudus, menurut cerita rakyat yang beredar dari zaman dulu hingga sekarang dipercaya.
Bahwa ketika ada pejabat indonesia yang berkunjung ke masjid kudus akan kehilangan jabatannya, lokasi masjid kudus berada di Jawa Tengah
Terdapat contoh nyata yaitu presiden soekarno dan juga gus dur adalah contoh dari mitos rakyat yang beredar karena mengunjungi masjid kudus.
Baca Juga: Deretan Fasilitas Mewah untuk Warga Di Kabupaten Jember, Nilai Investasi Capai 1 Triliun Rupiah!
Masjid kudus merupakan peninggalan dari sunan kudu untuk melakukan dakwah, masjid yang dibangun menyerupai bangunan budha dan dinding di luar masjid menggunakan ornamen keramik hiasan china.
Uniknya dari mitos yang beredar bahkan presiden Jokowi pada tahun 2015 juga diberitahukan membatalkan agenda untuk pergi ke masjid kudus.
Bahkan berita mengenai adanya pembatalan kunjungan presiden Jokowi ke Kudus telah ramai dibicarakan pada waktu itu.
Menurut para penduduk kudus bahwa sunan kudu telah memasang Rajah Kolocokro yang berada di gerbang atau pintu masuk masjid sunan kudus.
Menurut Sahibul Hikayat bukan tanpa alasan sunan kudus memasang Rajah Kolocokro di bagian pintu masuk menuju masjid sunan kudus.
Pada zaman dulu terjadi pertikaian dengan raja demak sehingga untuk menghindari pertikaian tersebut dan melindungi pesantren sunan kudu memasang Raja Kolo Cokro di depan gerban pintu masuk.
Pada saat itu kerajaan demak memang sedang memanas karena suatu politik perebutan kekuasaan.
Puncak apda perseteruan terjadi ketika joko tingkir atau bisa disebut dengan sultan hadiwijaya telah merebut tahta aryo penangsangan.
Menurut komunitas menara kudus Abdul Jalil peristiwa lengsernya para pejabat bukanlah sebuah mitos melainkan kisah nyata yang terdapat bukti dan data peristiwa.***