Wow! Sultan Tambang NTB Ini Gelontorkan Rp15 Triliun Buat Bangun Smelter Tembaga, Produksinya…


InNalar.com –
Tidak hanya di Sulawesi, sebenarnya Nusa Tenggara Barat (NTB) juga tengah membangun pabrik pengolahan dan pemurnian mineral yang masuk ke dalam PSN.

Bahkan yang membangun smelter tembaga di kabupaten Sumbawa Barat ini juga merupakan sultan tambang.

Bagaimana tidak disebut seperti itu, sebab ternyata di pulau tersebut memiliki tembaga dan emas terbesar.

Baca Juga: Punya Potensi 6 TCF, Perusahaan Energi Asal Uni Emirat Arab Ini Temukan ‘Harta Karun’ Gas Jumbo di Lepas Pantai Sumatera Utara

Pemilik dari tempat pengolahan dan pemurnian mineral itu adalah PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Selain tempat pengolahan mineral, bahkan perusahaan ini juga tengah membangun bandar udara yang bernama bandara Internasional Kiantar.

Tentu hal ini cukup menarik, karena sultan tambang ini mampu menciptakan infrastruktur dan smelter di waktu yang hampir bersamaan.

Baca Juga: 2 Pentolan Bulutangkis Mundur dari Malaysia Open 2024, Siapa Saja?

Dilansir InNalar.com dari laman resmi Amman, pembangunan tempat pengolahan mineral ini sebenarnya juga termasuk di dalam UU Minerba yang menjelaskan tentang hilirisasi industri pertambangan pemerintah.

Seperti yang diketahui, pemerintah akhir-akhir ini tengah membangun banyak tempat untuk dijadikan pengelolaan dan pemurnian mineral.

Tindakan ini sendiri dilakukan agar sumber daya alam Indonesia ini dapat memberikan nilai yang tinggi, dibandingkan dengan menjualnya tanpa diolah terlebih dahulu.

Baca Juga: Nekat Tabung Rp13 Trilun Hasil Jualan Rokok, Konglomerat Asal Jatim Ini Bangun Bandara Internasional Berjarak 2 Jam dari Juanda

Sementara itu untuk mineral yang terdapat di NTB, daerah ini ternyata menyimpan kandungan emas dan tembaga.

Menariknya, walau terkenal dengan wisata pantainya yang menakjubkan, kandungan emas yang terdapat di Sumbawa Barat ini adalah yang terbesar ke-2 di Indonesia.

Sementara untuk cadangan tembaganya yang terdapat di Tambang Batu Hijau, diketahui jumlahnya adalah 7380 pon.

Baca Juga: Dibela-belain Utang ke Jepang, Proyek PLTA di Riau Senilai Rp700 Miliar Ini Sulap Arus Sungai Jadi Tenaga Listrik 114 MW per Tahun

Dalam rangka mengolah hasil tembaga tersebut, maka PT Amman ini akan membangun smelter yang diperlukan.

Pada Juni 2023, diketahui progresnya sendiri telah mencapai 51,63%.

Namun setelah beberapa waktu berlalu, progresnya pada bulan Oktober 2023 sudah sampai 70%.

Baca Juga: Ucapan Haru Admin BWF seusai Pramudya Kusumawardana Resmi Gantung Raket dari Bulutangkis Indonesia

Tentu penggarapan ini terbilang cepat, karena diharapkan penggarapannya sendiri harus sudah selesai pada Mei 2024 sesuai dengan surat yang ada di PSN.

Bagaimana tidak, orang yang bekerja pada pembangunan pabrik pengolahan ini saja jumlahnya mencapai 6000 pekerja.

Belum berhenti disitu, karena ternyata jumlah pekerja itu akan naik sekitar 3 kali lipat.

Baca Juga: Utang Jepang Rp251,9 Miliar, Bandara Bertaraf Internasional di Sumsel Ini Hanya Didanai APBN Separuh Buat Ubah Statusnya

Pasalnya, proyek pengerjaan pada PSN tersebut sudah merambah ke banyak hal.

Karena terdapat pembangunan smelter, perluasan proyek, SWRO, pembangunan PLTU, Jetty dan masih ada yang lainnya lagi.

Dengan perluasan proyek yang merambat kemana-mana, maka yang bekerja pada pekerjaan ini bisa mencapai sekitar 20 ribuan orang.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Jembatan Canggih Rp550 Miliar di Kalimantan Barat Ini Bisa Mudahkan Para Petani, Mengapa?

Saat sudah beroperasi nanti, smelter ini memiliki kapasitas 900 ribu ton konsentrat tembaga per tahun.

Sementara itu untuk penyelesaiannya sendiri, pembangunan smelter tembaga ini ditargetkan rampung pada Mei 2024.

Akan tetapi, diperkirakan produksi dari hasilan pemurniaan di tempat pengolahan mineral itu baru akan terlaksana pada tahun 2025.

Baca Juga: Cerai dari Pramudya Kusumawardana, Bocor Kabar Yeremia Rambitan Punya Partner Baru, Bakal Tampil di…

Biaya yang dikeluarkan PT Amman untuk membuat pabrik pengolahan mineral ini pun terbilang cukup fantastis.

Karena secara teoritis saja pada bulan Oktober ini telah mencapai lebih dari USD 507,53 juta.

Sedangkan untuk investasi yang dikucurkan sendiri, total keseluruhannya adalah USD 982,99 juta.

Baca Juga: Bandara Metropolitan di Jawa Barat Dijual ke Asing karena Sepi, Solusinya Ada pada Tol Rp18,3 Triliun?

Jika dikonversikan ke rupiah, maka jumlah yang digelontorkan yaitu sekitar Rp 14,7 triliun. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]