Wow! PLTA di Kalimantan Utara Ini Miliki 5 Bendungan hingga Mampu Pasok Listrik Pulau Kalimantan, Kok Bisa?

inNalar.com – Salah satu pembangkit listrik yang ada di Kalimantan Utara adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Menariknya, pembangunan PLTA di Kalimantan Utara ini menggandeng kerjasama dengan perusahaan energi dan listrik dari Jepang, yaitu Sumitomo Corporation.

Meskipun, pembangunan PLTA Kalimantan Utara ini cukup lama, karena telah dibangun sejak tahun 2011.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Film Korea dengan Plot Twist Terbaik, Sepanjang Durasi Dijamin Penasaran!

Adapun yang membuat proyek pembangunan PLTA ini memakan waktu cukup lama, karena selama pembangunan PLTA tersebut juga harus melihat konservasi lingkungan sekitar.

Dengan begitu, maka pembangunan PLTA di Kalimantan Utara ini tidak akan merusak kawasan hutan.

Ditambah lagi dengan dibangunnya PLTA di Kalimantan Utara, maka hal ini merupakan bentuk lain dari green energy yang di komitmenkan di Indonesia.

Baca Juga: Ditemukan Tahun 1940! Harta Karun Sambas di Kalimantan Barat Ini Justru Disimpan di Museum British?

Dilansir Innalar.com dari laman ksp, pembangkit listrik tenaga air yang dimaksud adalah PLTA Kayan Cascade.

Karena pemanfaatan yang akan diolah adalah air, maka PLTA Kayan ini akan mengambil area sepanjang sungai Kayan, yang berada di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Barat.

Luar biasanya, dengan adanya PLTA ini, maka output yang dikeluarkan dari pembangkit tersebut dapat mengaliri listrik di IKN, Kalimantan Timur, hingga keseluruhan pulau Kalimantan.

Baca Juga: Negara Ini Sengaja Melemahkan Mata Uangnya untuk Mendapatkan Keuntungan Ekonomi, Kok Bisa?

Bagaimana tidak, PLTA Kayan di Kalimantan Utara ini saja direncanakan akan memiliki 5 bendungan, dengan tiap bendungannya akan memiliki 5 sampai 6 unit turbin pembangkit.

Dengan begitu, maka tiap bendungan di PLTA Kayan mampu menghasilkan listrik bersih hingga 9.000 Megawatt.

Perlu diperhatikan, pembangunan PLTA di Kalimantan Utara ini merupakan dukungan pada program percepatan transisi energi serta peningkatan pada energi terbarukan.

Sebab itulah perusahaan yang membangun PLTA ini tengah menjajaki inisiatif kerjasama bersama PLN.

Kerjasama tersebut memiliki kaitan dengan percepatan pengurangan emisi karbon, yang sesuai pada komitmen Pemerintah Indonesia dalam Paris Agreement dan COP26.

Diketahui jika pembangunan PLTA Kayan Cascade di Kalimantan Utara bekerjasama dengan perusahaan Jepang ini membutuhkan dana investasi yang cukup tinggi. Adapun investasi tersebut mencapai USD17,8 miliar. ***

Rekomendasi