

InNalar.com – Masyarakat Indonesia pastinya tahu jika saat ini tengah ada pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Ternyata megaproyek ini sampai disoroti oleh luar negeri, karena PBB sampai datang untuk meninjau langsung penggarapannya.
Sekedar informasi, menurut presiden Jokowi pembangunan Ibu Kota di Kalimantan Timur untuk saat ini adalah proyek terbesar di dunia.
Maka tak heran jika sampai Perserikatan Bangsa-Bangsa itu sampai menyorotinya dan meninjau langsung proyek pengerjaan ini.
Apalagi investasi yang dimasukannya pun sangatlah besar, karena estimasinya mencapai 35 miliar dolar AS atau sekitar Rp524,7 triliun.
Sementara itu Kemenkeu telah melaporkan jika realisasi anggaran pada Agustus 2023 telah mencapai Rp 6,4 triliun.
Namun untuk tahun 2023, proyek yang disebut saat ini jadi yang terbesar di dunia nantinya diperkirakan akan menghabiskan Rp29,4 triliun.
Perlu diketahui, pembangunan Ibu Kota baru ini nantinya memang akan memiliki prinsip sebagai suatu Future Smart Forest City of Indonesia.
Karena itulah pembangunan proyek ini tidak hanya akan memindahkan gedung dan pusat pemerintahan saja, melainkan pusat perkotaan yang modern.
Dilansir InNalar.com dari PUPR, disebut kota modern, inovasi seperti pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) yang adalah box beton untuk utilitas bawah tanah sekaligus drainase juga tersedia.
Menggunakan inovasi tersebut, maka nantinya tak akan ada utilitas kabel di luar yang bisa menimbulkan bahaya.
Melalui UNESCAP (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific), PBB melakukan peninjauan untuk melihat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Baca Juga: Pantas Aja TikTok Borong 75 Persen Sahamnya, GOTO Ternyata Punya Aset Segini, Capai Rp2 Triliun?
Agar lebih paham, UNESCAP merupakan cabang regional PBB yang memiliki fungsi dalam mempromosikan kerja sama serta pembangunan diantara 53 negara anggota dan 9 anggota asosiasi di sekitar kawasan Asia-Pasifik.
UNESCAP sendiri akan menangani isu-isu seperti kelestarian lingkungan, perdagangan dan investasi, pengentasan kemiskinan, inklusi sosial, dan konektivitas regional.
Pada kunjungannya tersebut, Delegasi UNESCAP beserta dengan Otorita IKN mengunjungi dua lokasi di IKN yang berkaitan dengan program reforestasi dan pemberdayaan masyarakat yang berada di Kalimantan Timur.
Tinjauan itu dalam rangka melihat Persemaian Mentawir dan Pertanian Hidroponik yang dilakukan para Warga Sepaku.
Pasalnya pada tahun 2024 di acara High-Level Political Forum SDGs yang diadakan di New York, Indonesia akan melaporkan Persemaian Mentawir dan Pertanian Hidroponik.
Ditambah lagi Ibu Kota baru ini juga akan mengedepankan ekonomi ebrkelanjutan, karena itulah aksi nyata dalam implementasi SDGs merupakan hal penting untuk direalisasikan. ***