

inNalar.com – Festival Vespa di Aceh sudah merupakan sebuah tradisi yang harus dilakukan.
Menggelar festival vespa aceh tidak tanggung-tanggung mengeluarkan dana hingga 1 miliar.
Provinsi Aceh terkenal dengan para sultan Sumatera yang menduduki provinsi tersebut.
Dilansir dari beberapa sumber, festival vespa yang digelar itu menggunakan Anggara Pendapatan dan Belanja Aceh dengan total Rp. 1 Miliar.
Dengan demikian anggaran tersebut masuk pada kelompok anggaran reguler Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.
Festival tersebut menimbulkan banyaknya kritikan dari warga setempat.
Banyak yang mengkritik festival vespa hanya membuang uang secara sia-sia dan jelas-jelas mubazir.
Banyak juga yang mengatakan festival vespa ini tidak mendatangkan investasi apapun ke Aceh serta tidak adanya korelasi upaya yang di lontarkan pemerintah kepada pemberdayaan masyarakat.
Sebaiknya dengan anggara segitu banyaknya bisa lebih ditujukan kepada kegiatan yang menimbulkan manfaat positif bagi warga Aceh.
Secara festival vespa ini hanya sekedar jalan-jalan keliling kota banda Aceh saja.
Melakukan konvoi dengan komunitas vespa dengan tujuan sebagai bentuk promosi pariwisata di Tanah Rencong.
Dengan harapan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Aceh.
Bersumber dari beberapa sumber, Aceh berhak mengalami peningkatan kunjungan wisatawan karena menurut pemerintah setempat, Aceh sudah sangat aman dan nyaman untuk dikunjungi.
Wisatawan yang berasal dari berbagai negara juga akan merasakan keasikan dan kebahagiaan saat berwisata di Tanah Rencong ini.
Tetapi, festival vespa ini juga mendatangkan hal positif sebab, promosinya langsung terjun ke jalanan besar sehingga banyaknya orang yang mendokumentasikan kegiatan tersebut hingga viral di Sosial Media dan menarik masyarakat lain untuk ingin mengunjungi Aceh.***