

inNalar.com – Berikut penjelasan tentang World Health Organization (WHO) resmi tetapkan Cacar Monyet atau Monkeypox menjadi darurat kesehatan global. Terdapat 5 alasan mengapa virus Cacar Monyet dinyatakan sebagai darurat kesehatan global.
Beberapa hari ini dunia kembali dihebohkan dengan berita tentang merebaknya kasus virus Cacar Monyet atau Monkeypox yang menjangkit di sejumlah negara. Ditambah lagi WHO memutuskan keputusan yang mengejutkan tentang virus Cacar Monyet ini.
Cacar Monyet atau Monkeypox resmi ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh World Health Organization (WHO) pada Sabtu, 23 Juli 2022. Berita ini disampaikan oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktur Jenderal WHO melalui siaran langsung di akun Twitter resmi @WHO dan beberapa cuitan akun tersebut.
Baca Juga: Update Kasus Penembakan Istri TNI: Tersangka, Kronologi hingga Motif Penembakan
WHO menyampaikan virus Cacar Monyet atau yang disebut juga dengan Monkeypox telah merebak di sejumlah negara di seluruh dunia. Virus ini sangat cepat berkembang. Awalnya ditemukan 3.040 kasus yang menjangkit 47 negara.
Namun, sebulan kemudian, saat ini virus Cacar Monyet telah dilaporkan terdeteksi di 75 negara. Sementara kasusnya bertambah banyak menjadi lebih dari 16 ribu kasus dan menimbulkan 5 kematian.
Terdapat 5 alasan mengapa virus Cacar Monyet atau Monkeypox ditetapkan menjadi darurat kesehatan global oleh WHO. Alasannya berikut ini:
Pertama, informasi yang diberikan oleh banyak negara, dalam hal ini adalah negara-negara yang terjangkit virus Cacar Monyet atau Monkeypox.
Kedua, tiga kriteria untuk menyatakan darurat kesehatan global di bawah Peraturan Kesehatan Internasional telah dipenuhi.
Ketiga, berdasarkan saran dari Komite Darurat yang belum mencapai konsensus atau kesepakatan.
Keempat, berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah, bukti dan informasi relevan lainnya yang saat ini tidak mencukupi dan masih banyak hal yang tidak diketahui.
Kelima, Cacar Monyet berisiko terhadap kesehatan manusia, penyebaran internasional dan potensi akan adanya gangguan lalu lintas internasional.
Berdasarkan kelima alasan di atas, WHO akhirnya menetapkan bahwa virus Cacar Monyet atau Monkeypox menjadi darurat kesehatan global.
“BREAKING:
‘Untuk semua alasan ini, saya telah memutuskan bahwa wabah global #monkeypox mewakili darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,’ kata Tedros dalam cuitan akun Twitter @WHO.”
Baca Juga: Harga emas 1 gram Senin, 25 Juli 2022 Kembali Mencapai Harga Rp969.000
Menindaklanjuti ketetapan tersebut, WHO pun membagi negara-negara menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut:
1. Negara yang belum melaporkan kasus virus Cacar Monyet atau Monkeypox lebih dari 21 hari.
2. Negara yang baru saja mengimpor kasus virus Cacar Monyet atau Monkeypox dan mengalami penularan dari manusia ke manusia. Ini termasuk tindakan untuk menghentikan penularan dan melindungi kelompok rentan.
3. Negara dengan penularan virus Cacar Monyet atau Monkeypox dari hewan ke manusia.
4. Negara yang memiliki kapasitas produksi vaksin dan terapi.
WHO nyatakan masyarakat internasional untuk waspada terhadap penularan virus Cacar Monyet atau Monkeypox. Kemudian, WHO juga menyatakan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi