

inNalar.com – Wayang ternyata bukan sembarang tradisi, ada filosifinya sehingga digunakan oleh Wali Songo pada zaman dahulu.
Wali Songo memakai wayang untuk berdakwah kepada warga masyarakat, mengenalkan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin.
Praktisi ruqyah atau pengobatan gangguan jin yang akrab disapa Ustadz Faizar, menjelaskan ini langsung dari museum wayang.
Baca Juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Lagi, Ini Daftar Lengkap Wilayah yang Masuk Level 3, 2, dan 1
Sebenarnya nama asli sembilan penyebar agama Islam itu yaitu Dewan Wali Sana, atau majelis tokoh-tokoh mulia.
Orang Jawa juga menyebutkan Sunan maksudnya adalah susuhunan, atau orang yang diandalkan atau memiliki kedudukan tinggi.
Dilansir inNalar.com dari video yang diunggah pada akun Facebook Muhammad Faizar Hidayatullah pada 17 Januari 2022, Ustadz Faizar menjelaskan.
Baca Juga: Al Quran Surah Al Mutaffifin Ayat 13 Sampai 24 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Para sunan dari Wali Songo tersebut, semua memiliki keahlian di bidang masing-masing terutama dalam berdakwah.
Ada Sunan Kalijaga, Gunung Jati, Kudus, Muria, Drajat, Ampel, dan Syarif Hidayatullah semua pakar mengajarkan Islam.
Sunan Kalijaga merupakan yang memiliki strategi pendekatan dakwah bagus kepada warga masyarakat dan diterima dengan baik.
Baca Juga: Ragil Mahardika Tegur Fuji karena Kurang Hati-hati terhadap Gala, Anak Kecil juga Punya Trauma
“Kanjeng Sunan Kalijaga yang mana beliau itu bergerak dalam bidang seni dan budaya, karena beliau adalah keturunan asli Jawa,” kata Ustadz Faizar.
“Dan sangat mengerti keadaan sosial yang ada di tanah Jawa, seperti halnya wayang, kebudayaan yang sudah turun temurun,” jelas Ustadz Faizar.
Wayang sudah puluhan bahkan ratusan tahun lekat dengan kehidupan orang Jawa, dan di zaman dahulu berbeda.
Baca Juga: Al Quran Surah Al Mutaffifin Ayat 1 Sampai 12 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Wayang tidak dibuat karakter per karakter seperti yang ada saat ini, tetapi dirangkai ceritanya sesuai adegan.
Sebenarnya ada kemiripan wayang itu dengan komik atau anime saat ini. Itulah kemudian yang digunakan sarana dakwah.
“Kanjeng Sunan Kalijaga merubah hal itu, menjadi sarana dakwah untuk menyisipkan nilai-nilai keislaman dan tauhid,” terang Ustadz Faizar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi