

inNalar.com – Dilansir dari situs resmi BMKG El Nino, merupakan fenomena alam dimana terjadi pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas batas normal.
Pemanasan SML ini terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Hal ini menyebabkan kemarau berkepanjangan.
Tidak hanya berdampak pada alam, fenomena El Nino yang berkepanjangan juga berpotensi memberikan efek buruk bagi kesehatan manusia.
Diprediksi puncak dari El Nino ini akan berlangsung pada akhir Agustus nanti.
Baca Juga: Geser Ikon Serindit, Kota Dumai Resmi Bangun Tugu Adipura, Saksi Penghargaan Bergengsi Provinsi Riau
Dikutip dari Dinas Kesehatan DIY, El Nino menciptakan lingkungan yang nyaman untuk perkembangbiakan nyamuk.
Masifnya perkembangan nyamuk ini juga meningkatkan resiko penyakit seperti malaria, demam berdarah, dan virus Zika.
Efek anomali cuaca akibat El Nino ini menyebabkan banjir. Air banjir akan membawa penyakit kemudian ditularkan ke manusia.
Penyakit akibat penyebaran air ini contohnya kolera, tifus, dan hepatitis A.
Baca Juga: UPDATE! Pembentukan Provinsi Cirebon, Pemekaran Wilayah Jawa Barat: 1 Kota dan 4 Kabupaten Bergabung
Jika El Nino berlangsung dalam kurun waktu yang lama akan menyebabkan ketidakseimbangan alam.
Kekeringan yang terjadi menyebabkan terganggunya pertanian yang akan berimbas pada kelangkaan pangan serta gagal panen.
Tentu hal ini akan berakibat buruk pada ketersediaan pangan untuk manusia.
Beberapa daerah di Indonesia sudah terdampak, terlihat dari mulai mengeringnya sumber mata air dan sungai-sungainya.
Jika El Nino tidak segera diatasi dan dilakukan mitigasi bencana, akan menyebabkan kerugian lain yang lebih besar.
Dikutip dari situs resmi BNPB, Deputi Bidang Pencegahan Dra. Prasinya Dewi, M.A.P memberikan pernyataan BNPB melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi El Nino 2023.
Langkah yang sudah dilakukan adalah memastikan kecukupan kebutuhan air dengan menampung air hujan yang masih terjadi.
Ada ancaman lain yang mengintai yaitu kebakaran lahan terbuka yang berpotensi tinggi terjadi.
Hal ini juga telah dilakukan tindakan preventif oleh BNPB melalui apel kesiapan dan kesiapsiagaan di enam provinsi rawan karhutla, serta pembaharuan alat untuk menanggulangi resiko pemadaman.
Diketahui dari situs resmi BMKG, daerah yang terdampak cukup parah adalah sebagian dari wilayah Sumatera.
Baca Juga: Sering Dianggap Sama Padahal Berbeda, Ini Perbedaan Orang Padang dengan Minang, Jangan Salah Sebut!
Wilayah Sumatera ini meliputi Sumbar, Sumsel, Riau, Bengkulu, dan Lampung.
Diperlukan kerjasama bagi daerah yang memiliki resiko tinggi terdampak El Nino, untuk melakukan tindakan preventif agar meminimalisir kerugian yang bisa terjadi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi