

inNalar.com – Hipertensi merupakan salah satu faktor penyakit dari kardiovaskular, sama seperti serangan jantung dan lainnya.
Pada umumnya hipertensi ini terjadi pada orang yang berusia 30 sampai 60 tahun.
Penderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi ini berisiko tinggi dalam menderita penyakit jantung koroner yakni penyumbatan pembuluh darah diawali dengan stroke.
Baca Juga: 7 Daerah dengan PDRB tertinggi di Jawa Timur Menurut Lapangan Usaha, Nomor 1 Ternyata Bukan Malang!
Hasil dari penelitian Badan Kesehatan Sedunia (WHO) menunjukkan bahwa hampir setengah dari kasus serangan jantung disebabkan oleh tekanan darah tinggi (Hipertensi).
Penyakit hipertensi sendiri awam terjadi pada usia lanjut. Namun, terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan jika Hipertensi dapat terjadi pada masa remaja.
Menurut data bahkan terjadi sebuah peningkatan pada prevalensinya beberapa tahun terakhir
Sayangnya mereka para remaja terkesan sangat abai dengan adanya penyakit hipertensi yang ada dalam tubuh mereka.
Munculnya penyakit hipertensi yang dialami oleh remaja ini kebanyakan diakibatkan oleh faktor gaya hidup yang buruk dan tidak teratur
Dilansir inNalar.com dari Jurnal Universitas Negeri Semarang, faktor tersebut diantaranya adalah kelebihan berat badan atau obesitas, riwayat hipertensi dalam keluarga, berat lahir rendah, mengkonsumsi garam yang berlebih, merokok, kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga.
Baca Juga: Jangan Poligami Jika Kamu Belum Bisa Melakukan Ini! Habib Ali Al Jufri: Saya Memiliki Kesimpulan…
Faktor lain juga terdapat pada rendahnya pengetahuan tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat tentang hipertensi merupakan penyebab utama tidak terkontrolnya tekanan darah, terutama pada pasien hipertensi.
Hipertensi yang terdapat pada seorang remaja yang nyatanya dapat menimbulkan efek jangka panjang yang cukup serius jika tidak diatasi dengan segera.
Dalam sebuah studi, para ahli menemukan pada remaja pria di umur 18 mengidap penyakit hipertensi dan memiliki resiko besar untuk mengalami stroke, serangan jantung hingga penyakit Kardiovaskular lainnya ketika ia nanti menginjak usia 30 an.
Para ahli juga menjelaskan jika penyakit tersebut mempunyai resiko yang terus terakumulasi seiring dengan bertambahnya usia.
Para ahli lainnya menyebut jika orang yang memiliki penyakit hipertensi di usia muda ini memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami penyakit kardiovaskular ketika mulai memasuki usia paruh baya.
Hal ini pun menjadikan sebagai peringatan untuk para remaja memeriksakan tekanan darah bahkan sejak mereka masih berusia anak-anak.
Tekanan darah rendah ini pun mempunyai dampak besar dengan masalah lain seperti penyakit diabetes sampai ginjal.
Upaya pencegahan dan penanggulangan hipertensi didasarkan pada faktor risiko yang dapat diubah diantaranya yaitu perubahan pola makan dan gaya hidup
Upaya pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya:
– Mengatur pola makan yang baik dengan mengonsumsi banyak sayuran serta buah-buahan.
– Batasi Konsumsi garam dalam 4 sampai 6 gram setiap harinya.
– Kurangi makanan dengan kandungan soda kue dan bumbu penyedap makanan ataupun pengawet makanan.
– Kurangi makanan dengan kandungan kolesterol yang tinggi seperti Cumi-cumi, Kerang, Kuning Telur, Kepiting Jeroan, Margarin, Coklat, Mentega.
– Hentikan Kebiasaan merokok dan juga minuman beralkohol.
– Hindari perasaan stress dengan tidur pada waktu yang cukup.
– Lengkapi kegiatan diatas dengan melakukan kegiatan aktivitas fisik secara rutin dan teratur seperti olahraga ringan
Pentingnya peduli pada diri sendiri dengan mengupayakan hidup sehat serta tidak sungkan untuk memeriksakan ke dokter terhadap apa yang dirasakan tubuh jika terasa tidak nyaman.
Karena mencegah jauh lebih baik dan murah pastinya dibandingkan dengan mengobati nantinya, salam sehat.***