

inNalar.com – Kali ini Gus Baha membagikan ilmu tentang cara mandi junub yang benar agar tetap sah.
Gus Baha sangat mewanti-wanti terkait cara mandi junub karena masih banyak orang yang belum paham.
Akibatnya, kata Gus Baha jika mandi junub tidak sah, ibadah yang dikerjakan juga berpotensi sia-sia, bahkan haram.
Untuk itu, simak cara yang benar mandi junub sesuai syariat seperti dijelaskan Gus Baha dalam video ceramahnya di YouTube Rumah Pluralisme.
KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan bahwa mandi junub merupakan kewajiban bagi seseorang yang berhadas besar.
Sehingga, orang yang dalam keadaan hadas besar melakukan ibadah seperti, sholat, membaca Al-Qur’an, dan lain bisa haram jika tidak mandi junub.
Adapun syarat mandi junub itu sendiri adalah niat dan meratakan air ke seluruh anggota badan.
Apabila terdapat penghalang masuknya air, maka mandi junub bisa tidak sah. Apalagi, kata Gus Baha airnya sampai berubah.
Kebanyakan orang kalau mandi pasti memakai sabun, hal ini padahal justru akan membuat mandi junub tidak sah, karena merubah air.
“Syarat mandi atau wudhu itu jangan ada di tubuh sesuatu yang merubah air, seperti sabun, sampo atau lainnya,” kata Gus Baha.
Sehingga dengan adanya sabun atau shampo tersebut mandi dianggap belum bisa menghilangkan hadast besar seseorang.
“Tidak bisa hilangkan hadas besar karena air yang ke tubuh berbau shampo,” ujarnya.
Oleh karenanya, ulama muda tersebut menyarankan agar merampungkan mandi besar dahulu, kemudian dilanjut memakai sabun.
Dengan maksud niat dan hendaknya air mutlak (terhindar dari sabun atau shampo) didahulukan.
Setelah dirasa merata, maka boleh menggunakan sabun untuk menjadikan badan wangi.***