WASPADA! Dosa Lisan Tak Hanya Ghibah, Sikap Bicara yang Seperti ini Juga Bahaya Kata Ustadz Khalid Basalamah

inNalar.com – Ustadz Khalid Basalamah membahas seputar bahaya dosa lisan, yaitu sikap banyak bicara.

Menurut Ustadz Khalid Basalamah, pembahasan mengenai bahaya lisan tidak hanya berhenti pada pembahasan ghibah saja.

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa salah satu yang sangat ditekankan dalam Islam yang berhubungan dengan lisan yang perlu dijaga ialah tidak boleh banyak bicara.

Baca Juga: Jadwal Sholat Untuk Wilayah DKI Jakarta Hari ini, Sabtu 3 Juni 2023 dan Bahasan Hukum Gendong Anak Saat Sholat

Sikap banyak bicara yang dimaksud oleh Ustadz Khalid Basalamah ialah dalam artian berbicara mengenai hal yang tidak berguna.

Namun, jika seorang muslim berbicara tentang ilmu, al quran, nasihat-nasihat, kalimat-kalimat motivasi, atau mungkin bahan candaan yang sifatnya mubah dengan tujuan untuk menghibur orang lain, maka yang demikian itu menurut Ustadz Khalid Basalamah, tidak mengapa bagi setiap muslim untuk membicarakannya.

Ustadz Khalid Basalamah menerangkan QS Al Infithar ayat 10 – 12. Ia menjelaskan bahwa setiap muslim sebaiknya selalu ingat bahwa ada malaikat-malaikat yang mulia di sisi Allah dan mengawasi setiap gerak-gerik lisannya.

Baca Juga: Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Satu Rahasia Besar Agar Kebahagiaan Senantiasa Menemani di Dunia dan Akhirat

“Artinya, harusnya ada pengawasan. Kita paham pengawasan ini selalu ada dari kalangan malaikat. Mereka tidak pernah tidur dan terus mencatat apa yang sedang kita lakukan,” ujar sang Ustadz lulusan Universitas Islam Madinah itu.

Ustadz Khalid Basalamah mengimbau setiap muslim agar dirinya selalu merasa diawasi, meski dalam kondisi sendirian dan tak terlihat oleh orang lain. Maka, tentunya dirinya akan menghindari sikap banyak bicara yang sekiranya tak akan membawa manfaat baginya.

Baca Juga: Catatan Menarik Usai Sevilla Juara Liga Europa Lagi, Periode Singkat Penuh Kesan Bagi Sang Pelatih

Menurutnya penjelasannya, Allah membenci perkataan berupa ‘katanya’ dalam ungkapan sebagai berikut. ‘Katanya si Fulan, katanya orang itu, katanya begini…’ Maka, yang demikian itu adalah perkataan yang dibenci oleh Allah.

Artinya, menurut Ustadz Khalid Basalamah, seorang muslim nampak terlalu senang menenggelamkan dirinya dalam kabar yang berkaitan dengan manusia atau sesamanya. Lalu dilanjutkan dengan ungkapan-ungkapan ‘katanya’, maka yang demikian itu bisa menjerumuskan dirinya dalam bahaya dosa lisan.

Lalu dalam penjelasannya, Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan setiap muslim terkait penggunaan kata ‘Tabayyun’ yang seringkali berhubungan dengan lisan yang kurang dijaga dan digunakan oleh masyarakat bukan pada tempatnya.

Baca Juga: Ini Tips Ustadz Khalid Basalamah Untuk Suami Yang Kurang Bernafsu Menggauli Istrinya

Tabayyun, kata Ustadz Khalid Basalamah, sebagai upaya menjaga lisan adalah mengecek kembali fakta yang beredar di masyarakat, tetapi pembahasannya berhubungan dengan dirinya sendiri.

Namun, apabila perkara tersebut tidak ada hubungannya dengan dirinya sendiri. Seperti si Fulan mengenakan baju baru atau membeli mobil baru, maka itu merupakan urusannya, dan ini bukan termasuk ke dalam pembahasan tabayyun dalam Islam.

Selain itu, menurut Ustadz Khalid Basalamah, seorang muslim yang telah menasihati muslim lainnya, maka ia pun perlu menjaga lisannya dan mencegah dirinya dari sikap banyak bicara atau mengumbar bahwa dirinya telah banyak menasihati umat.

Baca Juga: Inilah Deretan Amal yang Bakal Menemani di Alam Barzah Menurut Ustadz Khalid Basalamah

Perkara orang yang dinasihati tidak mendengar atau pun patuh kepada nasihatmu, maka serahkan urusan tersebut kepada Allah agar kita tak memiliki kesempatan untuk berbicara banyak. , kata Ustadz Khalid Basalamah.

Oleh karena itu, Ustadz Khalid Basalamah mengimbau setiap muslim untuk tidak mencampuri urusan orang lain yang membuat dirinya memiliki peluang untuk berbicara banyak yang menyebabkan dirinya terjerumus dalam bahaya dosa lisan.

Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan bahwa sikap banyak berbicara, terlebih lagi saat dirinya terlalu sering tenggelam dalam kabar manusia yang tidak ada sangkut pautnya dengannya. Maka, hindarilah bahaya lisan ini agar tidak merugi di hari kiamat.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Ustadz Khalid Basalamah Bocorkan Cara Nasihati Anak Nakal yang Efektif Tanpa Kekerasan

Menurutnya, jika seorang muslim tidak bersegera koreksi diri, maka dikhawatirkan pahala-pahala yang telah diupayakan olehnya bisa habis bangkrut tak bersisa sebab dosa lisan di hari kiamat kelak.*** 

 

Rekomendasi