

inNalar.com – Waspada diabetes pada anak, penyakit diabetes melitus atau kencing manis merupakan suatu penyakit yang banyak dialami oleh orang Indonesia.
Penyakit diabetes pada anak disebabkan karena faktor keturunan dari ayah atau ibu atau bisa jadi adanya gangguan dari fungsi pankreas.
Menurut dr. Aditya Suryansyah, Sp.A(K) Kebanyak anak-anak yang terkena penyakit diabetes adalah diabetes tipe 1 atau bisa disebut dengan diabetes melitus atau kencing manis, penyakit diabetes melitus atau kencing manis merupakan penyakit autoimun kronis.
Penyakit diabetes melitus atau kencing manis disebabkan oleh gangguan pengaturan pada kadar gula darah .
Penyakit diabetes dibagi menjadi 2 yaitu diabetes melitus tipe 1 atau dan diabetes melitus tipe 2, kedua jenis diabetes tersebut termasuk kedalam diabetes melitus atau kencing manis.
Tetapi diabetes melitus tipe 1 sering didiagnosis pada anak masa kanak-kanak antara usia 7-10 tahun, dan diabetes melitus tidak berpengaruh pada berat badan yang berlebih atau pengobatan menggunakan injeksi insulin atau injeksi insulin atau pompa insulin.
Baca Juga: Warna Hitam pada Leher Bisa Jadi Ada Penyakit Diabetes Melitus Dalam Tubuh, Simak Cara Mengatasinya
Sedangkan diabetes melitus tipe 2 didiagnosis pada seseorang yang mulai pubertas, pada jenis diabetes melitus tipe 2 disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehat.
Dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat seperti adanya berat badan yang berlebih dan kurangnya melakukan aktivitas dan suka rebahan sambil main HP, kurangnya bergerak dan malas bergerak dapat membuat tubuh menjadi pasif.
Diabetes melitus tipe 2 bisa diobati dengan suntik insulin, dr.Aditya Aditya Suryansyah, Sp.A(K) mengatakan bahwa tes kadar gula darah merupakan hal yang mutlak dilakukan untuk mendiagnosis diabetes melitus tipe 1 atau diabetes melitus tipe 2.
Pengukuran pada gula darah menunjukkan seseorang tersebut menderita diabetes atau tidak, bagi orang tua perhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak.
Menurut dr.Aditya Suryansyah, Sp.A(K) anak tidak boleh melakukan diet khusus, karena hal tersebut bisa membuat anak menjadi stress karena pilihan makanan yang cenderung itu-itu saja dan bosan.
Anak yang terkena diabetes melitus masih membutuhkan nutrisi dari menu makanan yang bervariasi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, makanan yang mengan nutrisi tinggi dan rendah kalori batas wajar.
Gejala diabetes melitus yang sering dijumpai pada anak-anak, antara lain yaitu; sering merasa haus atau banyak minum, sering merasa lapar padahal sudah makan, berat badan turun drastis meskipun anak sering merasa lapar dan makan banyak.
Mudah lelah, letih dan lesu, sering rebahan dan malas bergerak bisa dapat memicu penyakit diabetes melitus atau kencing manis pada anak serta seringnya buang air kecil terutama saat di malam hari.
Sebagai orang tua anda harus mengetahui dan mengkaji pola makan yang sehat pada anak dan pola hidup yang sehat seperti mengonsumsi makanan yang yang memiliki nutrisi dan mengkonsumsi air putih.***