

inNalar.com – Ribuan warga sipil masih terjebak di Gaza Selatan akibat serangan bom dan pertempuran antara Israel dengan pasukan Hamas.
Pertempuran kedua kubu tersebut terjadi pada hari Sabtu, 27 Januari 2024.
Dengan begitu, Kewaspadaan semakin meningkat di Khan Yunis, kota terbesar di selatan Gaza.
Di Khan Yunis terdapat dua rumah sakit utama hampir tidak berfungsi karena beban pemboman yang tiada henti dan ribuan orang yang membutuhkan.
Para saksi melaporakn bahwa terjadi lebih banyak serangan semalam di Khan Yunis.
Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina pun mengatakan beberapa orang yang tewas dan terluka telah dibawa ke rumah sakit Al-Amal.
Dilansir inNalar.com dari www.digitaljournal.com, serangan tersebut dilancarkan Israel setelah Mahkamah Internasional di Den Haag.
Sebagai informasi, Mahkamah Internasional di Den Haag memutuskan bahwa Israel harus mencegah kemungkinan tindakan genosida dalam perangnya melawan Hamas, kelompok Islam yang menguasai Gaza.
Mahkamah Internasional sebenarnya tidak memiliki kekuatan penegakan hukum, mereka memutuskan bahwa Israel harus mencegah tindakan genosida dalam perangnya dengan Hamas.
Kendati demikian, Mahkamah Internasional tidak menyerukan diakhirinya pertempuran tersebut.
Tak hanya itu, dalam keputusannya Mahkamah Internasional juga menyerukan Israel harus memfasilitasi bantuan kemanusiaan yang “sangat dibutuhkan”.
Diketahui bahwa serangan Hamas pada 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengakibatkan sekitar 1.140 kematian di Israel.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 26.083 orang.
Setidaknya 70 persen dari korban tewas merupakan wanita dan anak-anak.
Selain itu, badan-badan PBB mengatakan sebagian besar dari sekitar 1,7 juta warga Palestina yang mengungsi akibat perang tersebut memadati Rafah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi