

inNalar.com – Kampung di Sukabumi menjadi viral di Jawa Barat, karena kebanyakan mereka sedang mengalami “demam” menjadi tukang joget di media sosial tiktok guna meraup saweran yang dikirimkan oleh para penonton.
Joget yang biasanya disebut joget “sadbor” telah menjakit satu kampung yang ada di Jawa Barat, tepatnya di desa Sukabumi.
Gunawan atau lebih dikenal sebagai “sadbor86” di akun tiktok ini memiliki keunikan tersendiri dalam membuat konten.
Baca Juga: Viral Sopir Truk Kontainer Ugal-Ugalan Di Cipondoh Tangerang Telan Korban Jiwa
Dia akan terus berjoget dengan dengan gerakan memaju mundurkan badanya dan juga tanganya sembari menggelengkan kepala.
Awalnya dia melakukan jogetan ini hanya untuk dirinya sendiri, agar mendapatkan saweran tiktok dengan nilai yang tinggi.
Sampai akhirnya para masyarakat yang berada di desa Bojongkembar, Sukabumi, Jawa Barat melakukan hal yang sama.
Baca Juga: UNIK! Ada Suku di Sulawesi Tenggara Fasih Pakai Bahasa Korea Sejak SD, Kok Bisa?
Kebanyakan masyarakat yang mengikuti jejak gunawan menjadi konten kreator “tukang joget” merupakan pekerja tani atau perkebunan.
Mereka yang semula bekerja di ladang maupun sawah sekarang sudah mulai menyisihkan waktunya untuk mengikuti trend dari gunawan.
Trend ini telah diikuti oleh banyak orang di desa tersebut, mulai dari masyarakat dengan usia muda hingga tua.
Baca Juga: 4 Desa di Kendal-Temanggung Bakal Tenggelam di 2025, Ternyata Gegara Proyek Pionir Rp1,744 Triliun
Penayangan live biasanya membutuhkan waktu yang lama, bisa mulai dari pagi hingga malam dan sesekali beristirahat sejenak.
Ketika melihat live tiktok di akun sadbor86, mereka akan terus berjoget tidak kenal lelah jika kalian memberikan saweran.
Durasi untuk jadi “tukang joget” berbeda-beda dari apa yang penonton kirimkan melalui gift dengan berbagai bentuk.
Gunawan bahkan pernah mendapatkan uang yang sangat banyak ketika disawer oleh penonton, nilai tertingginya mencapai sekitar Rp.700.000,00.
Bahkan terdapat beberapa warga yang mendapatkan saweran tinggi sampai bisa membeli kebutuhan sekunder seperti membeli sepeda motor baru.
Setiap kelompok “tukang joget” akan memiliki akun berbeda-beda dari yang lainya, hal terjadi karena banyaknya yang tergiur oleh saweran tiktok.
Sayangnya dalam kolom komentar banyak orang yang menilai perilaku tersebut disebut dengan minta-minta atau mengemis.
Banyak pro dan kontra terhadap tindakan yang dilakukan masyarakat di desa Bojongkembar, Sukabumi ini.
Banyak masyarakat yang menilai tindakan mereka sebagai hiburan semata namun, yang lainya menganggap bahwa perilaku tersebut kurang pantas dijadikan sebagai pekerjaan.
Hal lainya yang dikhawatirkan masyarakat adalah akan timbulnya promosi judi online yang disematkan di kolom komentar live sadbro 86.
Jika hal tersebut terjadi maka peran pemerintahan Jawa Barat menjadi garda terdepan untuk menghilangkan judi online.***(Wahyu Adji Nugraha)