Waduh! Sikap Agresif Tentara China Bikin Amerika Serikat, Jepang dan Australia Ikut Latihan Militer Gabungan

InNalar.com – Angkatan Laut Amerika Serikat, Jepang dan Australia langsung menggelar latihan militer bersama akibat dari sikap agresif tentara China di Laut China Selatan.

Militer China dianggap semakin menjadi setelah menunjukkan sikap agresif mereka di Laut China Selatan, lepas pantai Filipana Barat.

Melansir Military Times, hal ini dibuktikan dengan adanya kapal penjaga pantai China menggunakan meriam air melawan kapal Filipina, di jalur air yang memang diperebutkan sejak lama.

Baca Juga: Disebut Parem Obor, Intip Kehidupan Warga Kampung Naga di Jawa Barat yang Masih Tergolong Tradisional

Menurut informasi tambahan dari The Associated Press, latihan gabungan ini akan mencakup tiga kapal induk yang akan berlayar.

Kemudian ada helikopter yang turut serta untuk unjuk kekuatan saat latihan militer gabungan yang sudah direncanakan beberapa bulan yang lalu.

Amerika Serikat sendiri berencana menurunkan USS America, yang merupakan salah satu dari tiga Kapal induk serbu amfibi.

Baca Juga: Panjangnya 15 Km, Gunung di Bulungan Ini Ditinggali Suku Pemburu Terakhir di Kalimantan, Pernah Berjumpa?

Sedangkan Jepang bakal mengirimkan salah satu kapal perang terbesarnya yakni JS Izumo.

Sementara Angkatan Laut Australia akan mengirimkan HMAS Canberra yang juga membawa helikopter.

Latihan militer gabungan ini juga bentuk dukungan dari Amerika Serikat, Jepang, Australia yang menjadi salah satu dari beberapa negara yang menyatakan dukungan untuk Filipina.

Baca Juga: Jarang Ada yang Tahu! 5 Rekomendasi Pantai di Semarang, Salah Satunya Sering Dijadikan Tempat Pre-Wedding

Dukungan ini karena keprihatinan mereka atas tindakan China menyusul ketegangan yang terjadi di awal bulan ini.

Saat itu Kapal Perang China telah menghalangi jalur kapal penjaga pantai saat sedang berpatroli dan membawa pasokan untk pasukan Filipina di wilayah Second Thomas Shoal.

Second Thomas Shoal menjadi wilayah berbahaya setelah diklaim secara sepihak oleh China berdasarkan nine dash line.

Padahal sebelumnya klaim tersebut tidak sah menurut hukum internasional.

Namun hingga saat ini China masih mencoba mengklaim wilayah karang milik Filipina tersebut.

Sedangkan penjaga pantai China mengakui bahwa kapalnya menggunakan Meriam air terhadap kapal Filipina karena tersesat tanpa izin dan merupakan tanda peringatan.

Menyusul insiden tersebut, Washington juga telah memperbaharui peringatan bahwa mereka wajib membela sekutu jika kapan dan pasukan Filipina diserang termasuk di Laut China Selatan.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]