

inNalar.com – Bendungan yang ada ddi Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini merupakan bendung air ketiga yang dibangun di provinsi ini.
Adapun dua bendung air sebelumnya yang berhasil diresmikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah Bendungan Tanju pada tahun 2018 dan Bendungan Mila pada tahun 2019.
Bendungan yang menjadi bendungan ketiga di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini bernama Bendungan Bintang Bano.
Pembangunan dari Bendungan Bintang Bano ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 silam.
Dilansir inNalar.com dari Kementerian PUPR, Bendungan Bintang Bano memiliki daya tampung sebesar 76 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 256 hektare.
Dengan daya tampung yang sangat besar menjadikan bendung air ini menjadi yang terbesar di Nusa Tenggara Barat.
Selain itu, karena daya tampungnya sangat besar, bendung air ini dapat mengaliri lahan pertanan seluas 6.700 hektare.
Selain untuk mengaliri lahan pertanian, bendung air ini juga digunakan untuk mengurangi banjir di Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 53%.
Tidak hanya itu, bendung air ini juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas 550 liter per detik untuk tujuh kecamatan di kabupaten ini.
Pengerjaan dari bendungan yang ada di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Timur ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya – PT Hutama Karya – PT Bahagia Bangun Nusa (KSO).
Adapun biaya yang dihabiskan untuk membangun bendung air ini adalah sebesar Rp 1,44 triliun.
Bendungan yang dibangun dengan membendung aliran Sungai Brang Rea ini memiliki tinggi bangunan mencapai 72 meter, panjang 497,25 meter, lebar puncak 12 meter, serta elevasi puncak kurang lebih 120 meter.
Bendung air di Nusa Tenggara Barat ini diresmikan Presiden Jokowi pada Januari 2022 lalu.
MANFAAT NYATA BENDUNGAN BINTANG BANO
Pembangunan dari Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini memang memiliki banyak sekali manfaat.
Meskipun begitu, terdapat segelintir masyarakat yang masih bertanya-tanya mengapa bendungan tersebut dibangun karena tidak merasakan manfaa langsung dari bendung air ini.
Akan tetapi, sebuah bencana yang terjadi pada Februari 2023 lalu membuat fungsi dan manfaat dari bendung air ini semakin kentara.
Keberadaan Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat ini mampu menekan kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir yang menyerang Kecamatan Batang Rea dan Taliwang.
Meski tidak dapat menghentikan banjir secara keseluruhan karena fungsi pengendali banjir dari bendung air ini hanya sekitar 50%, namun, debit air yang tinggi masih dapat ditampung oleh bendungan ini sebelum akhirnya melewati ambang batas.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi