

inNalar.com – Kementerian PUPR tengah menggesa sebuah proyek infrastruktur penunjang ketahanan air di Jawa Tengah yang ditarget rampung tahun ini.
Proyek yang tengah digarap ini adalah pembangunan Bendungan Jragung di Semarang.
Apabila waduk multiguna ini berhasil dirampungkan, infrastruktur tersebut diproyeksikan memiliki sejumlah fungsi.
Baca Juga: Menelan Biaya Rp2 Triliun, Bendungan di Subang Ini Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Wilayah Indramayu
Di antara fungsinya adalah sebagai pemasok air baku, keperluan irigasi lahan pertanian daerah, hingga pengendalian banjir.
Jika sesuai dengan rancangannya, Bendungan Jragung bakal memiliki volume tampungan air sebanyak 90 juta meter kubik.
Oleh karena itu, potensi suplai air dari waduk ini nantinya diharapkan mampu mengairi 4.528 hektare sawah yang tersebar di Kabupaten Semarang.
Seiring dengan fungsinya tersebut, kontraktor pembangun infrastruktur ini juga akan membangun jaringan irigasinya.
Dengan harapan pengairan mampu terjaga sehingga masa tanam petani dapat mengganda dua atau tiga kali lipat dari sebelumnya.
Sebagai informasi, sejauh ini area lahan pertanian di sekitar proyek tersebut hanya mampu melakukan satu kali tanam.
Selain fungsi irigasi, Bendungan Jragung diproyeksikan menjadi infrastruktur pengendali banjir.
Melansir dari Kementerian PUPR, efektivitas fungsi kendali banjir ini sebesar 45 persen.
Jadi jika sebelumnya area hilir genangan banjir Semarang bisa meluas hingga 378.000 hektare.
Dengan adanya waduk raksasa ini diharapkan luas genangan banjir hanya mencakup 170.000 meter kubik per detik.
Kemudian fungsi lainnya juga termasuk menjadi pemasok air baku yang diharap mampu mengaliri tiga wilayah di Jawa Tengah.
Ketiga wilayah tersebut terdiri dari Kabupaten Demak, Grobogan, dan Kota Semarang.
Khusus untuk wilayah Semarang, kapasitas suplai alirannya sebesar 500 liter per detik.
Sementara kedua daerah sisanya, suplai air baku dari Bendungan Jragung akan memasang kapasitas 250 liter per detik.
Selain fungsi tersebut, rupanya waduk ini juga memiliki sejumlah manfaat yang diharapkan mampu memberikan multiplier effects secara meluas.
Salah satunya adalah potensi pengelolaan air yang dapat digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro.
Adapun kapasitas PLTMH yang mampu dioptimalkan dari Bendungan Jragung Semarang ini mencapai 1.400 KW.
Selain itu, luas area proyek yang melega di hamparan dekat kawasan hijau ini bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata air baru.
Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi daerah sekitar proyek ini mampu berkembang secara perluas dan perlahan.
Pada salah satu momen kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Jumat, 19 Mei 2023 berpesan beberapa hal terkait pembangunannya.
Pesan pentingnya adalah pembangunan Bendungan Jragung ini diharap tetap memperhatikan kualitas di segala aspeknya.
Baca Juga: Rampung 2021, Bendungan Rp63 Miliar di Kalimantan Timur Malah Mangkrak dan Tak Beroperasi, Mengapa?
Mulai dari segi estetika, teknis, dan prinsip pembangunan keberlanjutan yang diharap tidak banyak merusak area hijau di sekitarnya.
“Lahan hutan yang tidak kena bagian pembangunan jangan ditebang, estetikanya harus rapi dan bersih, begitu selesai pekerjaan bersih dari sisa-sisa material,” kata Menteri basuki, dikutip dari Kementerian PUPR.
Sebagai informasi tambahan, waduk raksasa ini diketahui menelan biaya investasi sebesar Rp2,8 triliun.
Dalam proses penggarapannya pun menggandeng sejumlah perusahaan konstruksi BUMN.
Dengan demikian, diharapkan kualitas dan akurasi ketepatan waktu penyelesaian proyek bisa memenuhi target rampungnya pada tahun 2024.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi