

inNalar.com – Video seorang ayah perokok yang sedang menemani anak jalan-jalan mendapat sorotan dari warganet TikTok.
Video tersebut menunjukkan sang buah hati yang menggunakan alat bantu pernafasan akibat paparan asap rokok dari sang ayah.
Pemilik video dengan nama akun @nadineafsheeraalwahdi mengingatkan kepada ayah perokok untuk selalu berhati-hati.
Ia juga membagikan pentingnya menjaga kebersihan sebelum beraktivitas bersama anak.
“Cuci tangan, sikat gigi, ganti baju setelah ngerokok baru bisa gendong anaknya,” tulisnya.
Video ini menjadi FYP dan meraih 492,5 ribu suka, serta 8.912 komentar terhitung pada 28 Agustus 2024.
Baca Juga: Bersiap Pendaftaran PPPK 2024! Simak Daftar Gaji PPPK Golongan 1 Sampai 17 Beserta Tunjangannya
Beberapa netizen mengatakan mereka tidak ingin memiliki suami dan ayah perokok karena dapat membahayakan kesehatan anak, seperti pneumonia.
Lantas mengapa asap rokok bisa menimbulkan bahaya untuk orang yang tidak merokok?
Menurut peneliti Lawerence Berkeley National Laboratory, California, AS, rokok mempunyai zat kanker yang dapat menempel di permukaan benda, bernama tobacco-spesific nitrosamines (TSNAs).
Baca Juga: Kontroversi Kasus Kopi Sianida: Keadilan yang Tertunda bagi Jessica Wongso atau Mirna Salihin?
Zat ini berasal dari nikotin yang dihasilkan dari asap rokok, kemudian menyatu dengan nitrogen yang dikeluarkan oleh perabotan rumah tangga.
Penelitian Sleiman (2010) juga menunjukkan, bahwa zat nikotin mampu diserap oleh permukaan benda di dalam ruangan, kulit, dan pakaian secara cepat dengan jumlah yang konsisten.
Oleh karena itu, penghuni rumah masih dapat mencium sisa aroma rokok meskipun tidak ada asap rokok.
Baca Juga: Jangan Sampai Keliru! Intip Perbedaan PNS dan PPPK, Selisih Gajinya Bisa Sampai Rp1 Juta?
Hal ini membuat orang non perokok atau perokok pasif berpotensi mengalami gangguan kesehatan, termasuk anak-anak.
Jika terpapar asap rokok dalam waktu lama, non perokok berisiko terkena penyakit berat.
Berikut 3 dampak asap rokok yang dapat mengancam kesehatan.
1. Kanker
Rokok menyimpan zat karsinogenik yang mampu merusak rantai DNA. Rantai DNA yang rusak selanjutnya berubah menjadi sel kanker.
2. Kerusakan organ dalam
Di samping kanker, orang yang sering menghirup asap rokok juga berpotensi mengalami kerusakan organ dalam tubuh.
Baca Juga: Kasus Kopi Sianida: Ahli Psikologi Forensik Sebut Ayah Mirna Salihin Sosok Berbahaya, Ini Alasannya
Organ-organ itu antara lain organ dalam sistem kardiovaskular dan liver.
Zat sisa rokok bisa meningkatkan kadar lemak dan kerusakan liver, serta memicu inflamasi paru dan asma.
3. Diabetes tipe 2
Zat rokok menyebabkan tekanan oksidatif, sehingga mendorong terjadinya resistensi insulin dan meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2.
Baca Juga: Jessica Wongso Korban atau Pelaku? Ahli Digital Forensik Ini Bongkar Fakta Mengejutkan
Anak-anak pun rentan menjadi perokok pasif karena sisa asap rokok cenderung bertahan di permukaan benda di sekitar rumah.
Risiko diperparah dengan kebiasaan anak-anak yang sering memegang dan memasukkan benda ke dalam mulut.
Cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan asap rokok adalah menjaga kebersihan baik diri sendiri dan seluruh isi rumah.
Selain itu, keluarga perlu mengedukasi perokok secara bertahap agar berhenti dari kebiasaan buruk tersebut.***