

JOGJA, inNalar.com – Seorang perempuan bernama Amanda mengaku jadi korban pelecehan seksual di sebuah SPBU Jogja, pada Minggu (5/11/2023) malam.
Melalui akun Instagram, @aureliaa.manda menjelaskan, saat itu korban bersama temannya mampir ke SPBU COCO Pertamina Jl Laksda Adisucipto untuk mengisi angin ban motor.
Sembari menunggu pengisian angin, korban lantas ke toilet SPBU untuk menyelesaikan urusannya.
Baca Juga: Intip Harta Kekayaan Bupati Indramayu Nina Agustina, Capai Rp34 M Tapi Tak Punya Kendaraan?
Ketika buang air kecil, tiba-tiba muncul sebuah kamera handphone di pintu toilet. Korban yang kaget berusaha untuk menyingkirkan smartphone tersebut, sayang hal itu nihil hasil.
“Sekitar jam 22.20 aku sama temen ku ke pom buat isi angin karena ban bocor dan aku (cewe) ke toilet,” tulis korban melalui Instagram Stories.
“Kebetulan toilet & tempat isi angin cukup jauh, saya ke toilet sendiri tiba-tiba di bawah toilet ADA KAMERA HP DI BAWAH PINTU TOILET SPBU JL SOLO, posisi saya lagi buang air kecil,” tambahnya.
“Sambil naikin celana saya sambil nendang pintu 2x berharap hp jatuh,” ujarnya.
Korban mengaku tidak bisa bergegas keluar untuk mengejar pelaku karena situasi belum memungkinkan. Pasca selesai urusan, Amanda lantas menengok kanan-kiri kamar mandi dan tak ada seorang pun di sana.
Alhasil, ia lantas berlari ke belakang toilet SPBU Jogja dan menemukan seorang pria berjaket hitam sedang santai.
Awalnya Amanda ragu untuk menegur pria tersebut karena dilihat dari gelagatnya, terduga pelaku mampu mengendalikan situasi diri.
Namun setelah meminta petugas SPBU untuk mengecek CCTV, akhirnya dugaan korban benar. Yakni pria berjaket hitam itu pelaku perekaman.
Dalam rekaman CCTV pria berjaket hitam itu jelas terlihat celingak-celinguk di toilet wanita.
Sembari membawa handphone, ia masuk ke dalam dan sempat berlari panik meninggalkan lokasi yang sepi.
“Yang saya curigai (dan ternyata bener si pelaku) tapi saya ga berani ngomel karena orangnya kelihatan santai ga gugup sama sekali,” terang korban.
“Saya juga ga tau orangnya yang mana, saya lari ke temen saya, langsung diarahin ke office. Sudah cek CCTV SPBU tetapi tidak terdeteksi plat nomor. Hanya terlihat muka, jaket, sepatu dan motor.”
Kasus ini sempat dibawa ke kepolisian, dan terduga pelaku berhasil diamankan di daerah Gondomanan.
Sayangnya menurut keterangan korban, laporan dugaan pelecehan seksual ini malah ditolak oleh polisi.
“Udah ketemu orangnya, udah ngaku kalo di CCTV dia,” kata Amanda.
“Pertama ke polsek Gondomanan karna ketemuan sama pelaku di daerah Gondomanan, dilempar tuh ke polsek Depok Barat karna TKP di sana oke. Dan dilempar lagi ke Polres dan itu jauh banget di Denggung,”
“Udah di kepolisian tapi tetap kalah. Gila ya hukum Indonesia tentang pelecehan seksual bener-bener minim banget.”***