

inNalar.com – Seorang ayah viral setelah membagikan pengalaman menyedihkan tentang anak laki-lakinya.
Ayah dari sang anak pada akhirnya harus menerima kenyataan bahwa anak laki-lakinya didiagnosa oleh dokter menderita autis.
Kisah sang anak ini diungkap detail kisahnya secara langsung oleh ayahnya melalui akun media sosial TikTok @bapaknyabocah2.
Baca Juga: Jangan Dikasih Air Panas! Ini Dia Cara Mencairkan Daging Ayam Beku Cuma 5 Menit Saja
Awalnya tidak ada gejala aneh yang tampak pada tumbuh kembang anaknya setidaknya hingga 2 tahun.
Barulah saat usianya menginjak 2 tahun, kecurigaan mulai muncul saat sang anak tidak menyahut setiap kali dipanggil oleh orang tuanya.
Adapun gejala yang paling terlihat adalah ketika di usianya tersebut ia belum kunjung bisa bicara layaknya perkembangan anak pada umumnya.
Baca Juga: Kloset Mampet Jangan Ditaburi Soda Kue! Gunakan Bumbu Dapur Ini, 100 Masalah Terselesaikan
Kecurigaan adanya speech delay membuat sang ayah mengecek secara detail bagaimana seharusnya perkembangan sang anak seharusnya.
Merujuk pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pada usia 2 tahun seharusnya anak seumurannya telah mampu mengeluarkan 3 – 6 kata yang memiliki makna.
Namun berbeda dengan anak lelakinya tersebut, sang buah hati tampak tidak mengeluarkan satu kata pun di usianya.
Usai pemeriksaan ke dokter tumbuh dan kembang anak, orang tua dari sang anak akhirnya mengetahui bahwa si kecil yang telah melalui usia 2 tahun didiagnosa menderita Autism Spectrum Disorder (ASD).
Sebagai selingan informasi, Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan penyakit yang biasa dikenal publik dengan istilah autisme.
Usut punya usut, diungkap langsung oleh sang Ayah bahwa ternyata keseringan melihat tv secara berlebihan pada dua tahun pertama anaknya inilah yang menjadi penyebabnya.
Baca Juga: Resep Praktis Telur Kecap Cocok Buat Makan Sahur di Bulan Puasa Ramadhan 2024
“Baik TV atau HP itu adalah screen time dan anak di bawah usia dua tahun itu nggak boleh sama sekali terpapar screen time,”
Demikian tutur sang Ayah saat mempraktekkan gaya bicara dokternya saat pemerikasaan anaknya.
Apabila merujuk pada hasil penelitian ilmiah pun, memang terungkap bahwa ada keterkaitan antara pengaruh paparan gadget hp atau tv dengan kerentanan terhadap risiko gangguan autis.
Paparan screen time yang terlalu dini bagi sang anak dapat mengganggu tumbuh kembang fungsi otak pada sang anak.
Sehingga itulah mengapa anak-anak yang usianya berada di 2 tahun pertamanya masih rentan terhadap risiko gangguan Autism Spectrum Disorder (ASD).
Pengalaman ini mampu menjadi pembelajaran kita bersama untuk lebih mawas diri terhadap perkembangan tumbuh kembang anak.
Supaya pada usia dua tahun pertamanya atau pada masa proses pertumbuhannya, dapat dimaksimalkan dengan kegiatan yang mampu menumbuhkan jiwa sosialnya.
Ayah yang viral tersebut kemudian memberikan saran kepada khalayak agar tidak melewatkan kebersamaan untuk mengajak anaknya bermain bersama di usianya yang masih emas tersebut.
Kegiatan bermain bersama orang tua dapat menjadi momen khusus yang jangan dilewatkan demi perkembangan fungsi otak sang anak.
Baca Juga: Tak Perlu Disikat, Noda Kuning Bekas Deodoran di Ketiak Baju Auto Hilang Pakai 2 Bahan Dapur Ini
Hingga berita ini ditayangkan, unggahan sang ayah telah mendapatkan perhatian dari netizen sebanyak 291 komentar.
Selain itu, postingan tersebut juga telah berhasil mendapatkan support berupa likes sebanyak 6.331 penyuka.
Bahkan unggahan edukasi yang dibagikan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 1.610 kali.
Baca Juga: Diampuni Dosanya, Berikut 7 Pahala Memelihara Kucing Dalam Islam, Nomor 6 Mengejutkan
Video berdurasi 1 menit 29 detik yang berisi pengalaman sedih anaknya yang menderita autis ini diketahui telah diunggah langsung oleh sang ayah pada Jumat, 1 Maret 2024.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi