

inNalar.com – Kasus terduga pelecehan seskual non verbal terjadi di Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat, pada Jumat 2 Desember 2022 silam.
Pelaku pelecehan tersebut diunggah oleh akun Instagram @anakgundardotco.
Dalam kronologi itu diduga korban telah mengatakan dirinya saat itu tengah berada di Kampus G. Sang korban dan pelaku sudah saling mengenal dan sama-sama satu almamater.
“Karena awalnya aku mikir ini teman dan aku nggak pernah terlintas sedikit pun kalau dia akan aneh-aneh ke aku,” ungkap korban yang dikutip dari inNalar.com dari akun instagram @anakgundardotco.
Korban menuturkan saat tengah beristirahat dan berniat membeli makanan di belakang kampus E sekitar pukul 10.28 WIB.
Kemudian pelaku chat sang korban bertanya posisi korban. Lalu pada pukul 11.41 WIB pelaku kembali chat dan mau menemui sang korban di kampus G.
Selanjutnya sekitar pukul 12.01 WIB, mereka kemudian ngobrol di depan pintu masuk gedung 1.
Lalu obrolannya pun membahas seputar perkuliahan, hingga membahas teman-teman mereka.
Kemudian pelaku masuk ke toilet yang berada di lingkungan gedung 1 dan memanggil sang korban. Tanpa curiga sang korban kemudian mendatangi arah toilet.
Baca Juga: Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Gunadarma Dicekoki Air Kencing, Korban Ungkap Kronologinya
“Disitu mungkin dia mau nanya dimana toilet cewek atau cowok, karena tidak ada gambarnya. Tapi tiba-tiba dia mendorong aku ke tembok ujung banget, yang sepi terus nyosor gitu bibirnya,” kata korban.
Terlihat sebuah video viral di media sosial seorang pria yang ditelanjangi di Universitas Gunadarma Depok, Jawa Barat.
Terlihat pria itu di persekusi karena telah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi.
Didalam video tersebut terlihat seorang pria tengah diikat pada sebuah pohon dan di kalungi dengan sepatu. Tak hanya itu, pria tersebut dicekoki dengan air keruh yang diduga air kencing.
Dalam narasi di video tersebut dituliskan bahwa seorang pria itu dipersekusi karena melakukan pelecehan terhadap mahasiswi di lingkungan kampus.
Kejadian pelecehan tersebut terjadi pada 2 Desember 2022 dan sementara perstiwa persekusi di duga terjadi pada Senin, 12 Desember 2022.