Viral, Panitia Serentak Mundur hingga PKKMB UNSIKA Berjalan Chaos, Ada Apa?

Innalar.com – Sebuah kejadian tak terduga di Universitas Singaperbangsa (UNSIKA) Karawang telah menjadi sorotan utama di platform media sosial TikTok.

Pasalnya, video-video pendek yang berisi pengunduran diri serentak seluruh panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPKMB) viral dan mengundang tanda tanya warganet.

Pengunduran diri serentak ini terjadi hanya beberapa hari sebelum acara dimulai, hal ini tentu memicu gelombang diskusi dan kekacauan di kalangan pengguna TikTok, khususnya mahasiswa baru UNSIKA.

Baca Juga: Pabrik Rokok di Jawa Timur Ini Hanya Jual Produknya ke Negara Lain, Tapi Malah Didenda Rp 9,5 Triliun, Kenapa?

Keputusan mendadak panitia ini disebabkan karena panitia merasa tidak dilibatkan dalam penyusunan konsep acara PKKMB oleh civitas akademika kampus, yang pada gilirannya mengakibatkan acara berjalan kacau dan panitia sepakat mundur.

“Permasalahan internal ini seharusnya bisa diselesaikan oleh kedua belah pihak, panitia dan civitas akademika,” kata seorang mahasiswa UNSIKA.

“Panitia dirasa terlalu egois dan mengambil keputusan terlalu terburu-buru,” tambahnya. 

Baca Juga: Telan Rp308 Triliun! Proyek Jalan Tol Termahal se-Indonesia Dibangun di Sumatera, Akses Lampung-Aceh Mulus

Seiring dengan pernyataan dari salah satu narasumber, puluhan video tiktok dari panitia PKKMB dan mahasiswa baru menambah polemik baru, pasalnya kekacauan ini menjadi konsumsi publik yang dapat dinikmati oleh warganet.

“Kalau seperti ini, dampaknya luar biasa fatal, mahasiswa baru tentu merasakan kekecewaan yang luar biasa karena mereka menaruh harapan besar mengenai jalannya PKKMB,” tambahnya.

Akibatnya, PKKMB tahun ini berjalan seperti acara seminar biasa.

Baca Juga: Selamatkan Rp 643,9 Triliun Aset Negara, Menteri ATR Kepala BPN Serahkan 260 Sertifikat di Sulawesi Tenggara

Di tengah hiruk pikuk perlombaan meraih rekor muri antar universitas, UNSIKA hadir membawa kabar yang cukup memilukan.

Permasalahan ini semakin besar dirasakan setelah kembali trending di media sosial twitter dengan hastag #unsikakenapasih turut menjadi babak baru dalam kekacauan ini.

Akun @abil**** membuat sebuah tweet yang berisikan “Pantesan aja UNSIKA masuk 10 besar kampus problematik di indonesia, sampai civitasnya aja kaya gini”.

Baca Juga: Anggarannya Rp 12 M, Kalimantan Utara akan Bangun Sekolah Khusus tapi Bukan SMA ataupun SLB, Melainkan…

Unggahan itu dilengkapi dengan screenshoot status whatsapp yang diyakini salah satu civitas kampus yang bertuliskan:

“Saya sampaikan kepada kalian semua! Kami bisa melakukannya dengan atau tanpa bantuan kalian sama sekali!”

Cuitan dari seorang civitas akademika tentu saja menimbulkan banyak kekecewaan, khususnya warga UNSIKA. 

Baca Juga: Telan Dana Lebih dari Rp 2,74 Triliun, Pelabuhan di Kalimantan Barat ini Sanggup Tampung 10.000 Teus per Tahun

Namun, dampak perdebatan panitia dengan civitas akademika ini telah menciptakan ketidakpastian besar di antara calon mahasiswa baru.

Beberapa di antara mereka berbagi pengalaman dan reaksi mereka melalui video TikTok, dengan banyak yang mengungkapkan kekecewaan dan kebingungan mereka.

Alasan di balik pengunduran diri serentak panitia PKKMB ini, yaitu ketidaklibatan mereka dalam proses perencanaan, telah menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna TikTok.

Baca Juga: Perbaikan Irigasi Rp 1,8 Miliar di Kalimantan Barat Hanya Formalitas Asal-Asalan Saja, Tak Sesuai Anggaran

Situasi ini menunjukkan bagaimana media sosial seperti TikTok dapat memengaruhi berita dan membantu penyebaran informasi dengan cepat.

Viralnya video-video terkait kejadian ini telah menciptakan tekanan lebih besar pada universitas untuk mengevaluasi proses mereka dan menyediakan penjelasan yang lebih mendalam kepada masyarakat.

Keputusan panitia PKKMB ini telah menjadi peristiwa penting yang mengguncang komunitas TikTok, Twitter, dan media sosial lainnya.

Baca Juga: Dikira Tertinggal, Papua Justru Berhasil Bangun Jembatan Udara Pakai Anggaran Rp 7 T untuk Tekan Harga Pangan

Hal ini membawa perdebatan tentang transparansi dan partisipasi dalam keputusan universitas ke dalam sorotan nasional. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]