

Innalar.com – Sebuah kejadian tak terduga di Universitas Singaperbangsa (UNSIKA) Karawang telah menjadi sorotan utama di platform media sosial TikTok.
Pasalnya, video-video pendek yang berisi pengunduran diri serentak seluruh panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPKMB) viral dan mengundang tanda tanya warganet.
Pengunduran diri serentak ini terjadi hanya beberapa hari sebelum acara dimulai, hal ini tentu memicu gelombang diskusi dan kekacauan di kalangan pengguna TikTok, khususnya mahasiswa baru UNSIKA.
Keputusan mendadak panitia ini disebabkan karena panitia merasa tidak dilibatkan dalam penyusunan konsep acara PKKMB oleh civitas akademika kampus, yang pada gilirannya mengakibatkan acara berjalan kacau dan panitia sepakat mundur.
“Permasalahan internal ini seharusnya bisa diselesaikan oleh kedua belah pihak, panitia dan civitas akademika,” kata seorang mahasiswa UNSIKA.
“Panitia dirasa terlalu egois dan mengambil keputusan terlalu terburu-buru,” tambahnya.
Seiring dengan pernyataan dari salah satu narasumber, puluhan video tiktok dari panitia PKKMB dan mahasiswa baru menambah polemik baru, pasalnya kekacauan ini menjadi konsumsi publik yang dapat dinikmati oleh warganet.
“Kalau seperti ini, dampaknya luar biasa fatal, mahasiswa baru tentu merasakan kekecewaan yang luar biasa karena mereka menaruh harapan besar mengenai jalannya PKKMB,” tambahnya.
Akibatnya, PKKMB tahun ini berjalan seperti acara seminar biasa.
Di tengah hiruk pikuk perlombaan meraih rekor muri antar universitas, UNSIKA hadir membawa kabar yang cukup memilukan.
Permasalahan ini semakin besar dirasakan setelah kembali trending di media sosial twitter dengan hastag #unsikakenapasih turut menjadi babak baru dalam kekacauan ini.
Akun @abil**** membuat sebuah tweet yang berisikan “Pantesan aja UNSIKA masuk 10 besar kampus problematik di indonesia, sampai civitasnya aja kaya gini”.
Unggahan itu dilengkapi dengan screenshoot status whatsapp yang diyakini salah satu civitas kampus yang bertuliskan:
“Saya sampaikan kepada kalian semua! Kami bisa melakukannya dengan atau tanpa bantuan kalian sama sekali!”
Cuitan dari seorang civitas akademika tentu saja menimbulkan banyak kekecewaan, khususnya warga UNSIKA.
Namun, dampak perdebatan panitia dengan civitas akademika ini telah menciptakan ketidakpastian besar di antara calon mahasiswa baru.
Beberapa di antara mereka berbagi pengalaman dan reaksi mereka melalui video TikTok, dengan banyak yang mengungkapkan kekecewaan dan kebingungan mereka.
Alasan di balik pengunduran diri serentak panitia PKKMB ini, yaitu ketidaklibatan mereka dalam proses perencanaan, telah menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna TikTok.
Situasi ini menunjukkan bagaimana media sosial seperti TikTok dapat memengaruhi berita dan membantu penyebaran informasi dengan cepat.
Viralnya video-video terkait kejadian ini telah menciptakan tekanan lebih besar pada universitas untuk mengevaluasi proses mereka dan menyediakan penjelasan yang lebih mendalam kepada masyarakat.
Keputusan panitia PKKMB ini telah menjadi peristiwa penting yang mengguncang komunitas TikTok, Twitter, dan media sosial lainnya.
Hal ini membawa perdebatan tentang transparansi dan partisipasi dalam keputusan universitas ke dalam sorotan nasional. ***