Viral! Aksi Bela Palestina di Manado Malah Bentrok dengan Ormas Manguni, Ada Korban Jiwa?

inNalar.com – Ramai diperbincangkan di sosial media Aksi Bela Palestina malah diserang kelompok ormas.

Aksi perdamaian dukung Palestina di Manado bentrok dengan ormas Manguni.

Pada video yang beredar di TikTok oleh akun Mr Red berdurasi 1 menit 20 detik yang menunjukkan bentrok Aksi Bela Palestina.

Baca Juga: Tertinggi Rp7,8 Juta, Intip Gaji PNS Anak Buah Prabowo di Kementerian Pertahanan, Jabatan Ini Panen Cuan Jika Single Salary Berlaku

Dalam video tersebut terlihat seorang pria yang menyampaikan bahwa di daerah Bitung, Manado terdapat Aksi Bela Palestina.

Pria yang menggunakan kacamata mengatakan aksi tersebut akhirnya bentrok dengan laskar Manguni.

Dirinya mempertanyakan apakah bentrok Aksi Bela Palestina tersebut terdapat unsur kesengajaan atau tidak.

Baca Juga: APBN 2024 Bikin Hari Tua Pensiunan PNS Makin Tenang, Taspen Bakal Kirim Gaji Tertinggi ke Rekening Rp4,9 Juta, Terendahnya Berapa Ya?

Disampaikan oleh pria berkacamata “Ini ada kesengajaan atau gimana ya?”

Ia juga menyebutkan bahwa laskar Manguni di Manado memperoleh izin, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah ada kesengajaan dari aparat.

Ditambahkan pula bahwa kelompok Ormas di Manado tersebut secara terang-terangan mengatakan yang membela Palestina mendukung aksi teroris.

Baca Juga: Gelombang Kedua Pembebasan Sandera Dilakukan, Hamas Serahkan Tawanan Warga Israel, Sempat Tertunda 7 Jam?

“Laskar Manguni terang-terangan mengatakan bahwasanya yang belas Palestina itu bela aksi teroris” ujar pria di dalam video tersebut.

Selain itu, terdapat sebuah postingan TikTok yang mengatakan bahwa seseorang yang sedang melakukan aksi Bela Palestina di Manado dikeroyok kelompok Manguni.

Akun Tiktok Maul Isbir menyampaikan bahwa terdapat sekelompok ormas yang menggunakan pakaian adat membawa bendera Israel.

Pada video tersebut juga disampaikan bahwa belum ada kejelasan terhadap awal mula penyebab kejadian bentrok di Manado itu.

Bahkan terdapat info di dalam video yang menyampaikan bahwa korban sampai meninggal dunia.

Namun, berita terkait adanya korban jiwa tersebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]