

inNalar.com – Baru-baru ini, ditemukan postingan viral tentang kesulitan polisi dalam mengikuti ujian praktik SIM C.
Ujian praktik SIM C tersebut berupa mengendarai sepeda motor dengan jalan yang zig zag.
Akan tetapi, terbukti bahwa ujian semacam itu juga sulit bagi mereka, dengan tidak ada satu pun anggota polisi yang lulus dalam ujian praktik tersebut.
Baca Juga: Di Tengah Isu Kepergiannya dari AS Roma, Begini Cara Unik Jose Mourinho Beri Sinyal Bertahan
Kronologi bermula saat seorang Kapolres di wilayah Sragen, Jawa Tengah, menguji kemampuan enam anak buahnya untuk melakukan tes praktik SIM C.
Polisi yang berpatisipasi dalam ujian tersebut adalah Kapolsek Tangen, Kapolsek Gemolong, Kapolsek Kedawung, Kapolsek Gemolong, Kapolsek Miri, dan Kapolsek Tanon.
Tes itu dilakukan dengan cara berkendara membentuk angka 8 dan zig-zag dengan menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Jenis Tanaman Herbal Ini Ampuh Turunkan Kadar Gula Tinggi Bagi, Khususnya Pasien Diabetes Melitus
Sayangnya, tidak ada satu pun orang yang berhasil lulus.
Padahal, Kapolres memberikan tantangan uang sebesar satu juta rupiah bagi yang bisa melewati rintangan tersebut.
Informasi ini diungkapkan melalui akun Facebook milik Ricky Antho. Dijelaskan, terdapat enam kapolsek telah mencoba ujian praktik SIM C tersebut, tetapi tidak ada satupun yang berhasil melewati rintangan zig-zag tersebut.
Baca Juga: Biasa Digunakan Sebagai Bumbu Dapur, Bahan Alami Ini Terbukti Manjur Obati Diabetes Melitus
Akhirnya, uang satu juta rupiah tersebut kembali dikantongi oleh kapolres yang sempat memperlihatkan ikatan uang tunai tersebut.
Ricky juga menyampaikan pendapatnya bahwa ujian praktik SIM seharusnya dikaji ulang.
Hal ini akan mendorong pengendara untuk mengurus SIM tanpa menghadapi kesulitan yang berlebihan.
Untuk mendapatkan SIM di Indonesia, peserta harus mengambil ujian SIM melalui tes teori dan tes praktik menggunakan kendaraan.
Salah satu tantangan dalam tes praktik adalah berkendara di jalur zig-zag atau berputar seperti angka 8.
Tujuannya adalah melatih keseimbangan, kelincahan, refleks pengemudi, dan kemahiran berkendara.
Akan tetapi, karena tingkat kesulitan tes praktik ini berlebihan, banyak warganet yang protes karena seakan-akan ujian praktik ini dibuat sedemikian rupa agar tidak ada yang lulus.
Bahkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyoroti ujian praktik SIM ini.
Menurutnya, praktik tersebut malah seperti ujian untuk pemain sirkus, sehingga meminta jajarannya untuk melakukan studi perbandingan agar ujian SIM menjadi lebih mudah.***(Ajeng Marcelliani)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi