

inNalar.com – Valentine day 14 Februari disebut sebagai hari kasih sayang di mana waktunya pasangan kekasih merayakan cinta.
Namun tahukah bahwa sebenarnya ada sejarah tragis di balik perayaan tersebut, bahkan sebelumnya hari pemujaan Romawi?.
Awalnya di Romawi kuno setiap pertengahan bulan yang salah satunya tanggal 14 Februari, ada peringatan Lupercalia nama dewanya Lupercus, harapannya agar hewan ternak baik.
Baca Juga: Al Quran Surah Al Baqarah Mulai Ayat 211 Hingga 220 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Perayaan Lupercalia termasuk pada 14 Februari berubah menjadi pemujaan kepada Romulus dan Remus pendiri dari Kota Roma, harapannya bisa memberikan kesehatan.
Perayaan pada tanggal 14 Februari itu yang awalnya berharap agar hewan ternak diberikan kesehatan lalu selanjutnya manusia terutama wanita.
Dirangkum inNalar.com dari berbagai sumber pada Sabtu, 7 Februari 2022 simak sejarah tragis di balik valentine day.
Pada abad ke lima masehi dan ketika agama Kristen cukup berperan, saat itu Paus Paus Hilarius melarang perayaan Lupercalia.
Karena dianggap berasal dari budaya pagan dan bertentangan dengan ajaran kristiani, namun oleh Paus Gelasius larangan ini dicabut bahkan dilestarikan.
Sebenarnya ada beberapa versi sejarah soal pelestarian peringatan valentine day ini, dan salah satunya disebabkan oleh kematian seorang santo.
Baca Juga: Denise Resmi Nyatakan Keluar dari Secret Number, Ternyata Ini Penyebabnya
Santo Valentine adalah pemuka agama yang tetap menikahkan pasangan muda-mudi yang saling jatuh cinta di tengah larangan kerajaan berkuasa.
Raja yang berkuasa saat itu melihat para pemuda sangat produktif dalam peperangan ketika belum menikah, kesimpulan perkawinan dilarang.
Tetapi Santo Valentine tetap saja menikahkan pasangan muda-mudi yang saling mencintai, sehingga ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.
Berbeda dengan tradisi valentine day, di dalam Islam sebenarnya setiap tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah ada yang disebut dengan ayamul bidh.
Rasulullah SAW menganjurkan untuk berpuasa sunnah pada pertengahan bulan seperti itu, apalagi jika saat ini Rajab.
Berpuasa sunnah lebih ditekankan lagi di bulan Rajab, seakan Rasulullah SAW mengajarkan untuk latihan sebelum wajib ketika Ramadhan nanti.***