Utang Jepang Rp251,9 Miliar, Bandara Bertaraf Internasional di Sumsel Ini Hanya Didanai APBN Separuh Buat Ubah Statusnya

inNalar.com – Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan salah satu bandara bertaraf internasional di Indonesia.

Bandara ini berlokasi di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Diketahui, pengembangan bandara yang berlokasi di Palembang tersebut awalnya dilakukan setelah mendapatkan dana pinjaman dari Jepang.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Jembatan Canggih Rp550 Miliar di Kalimantan Barat Ini Bisa Mudahkan Para Petani, Mengapa?

Pengembangan bandara dilakukan dengan menelan total biaya yang tidak sedikit, yakni sebesar Rp366,7 miliar.

Sebab dana APBN yang dimiliki pemerintah saat itu tidak banyak untuk pengembangan bandara, akhirnya diputuskan untuk meminjam dana kepada Bank Jepang.

Diketahui, nama dari Bank tersebut adalah ‘Japan International Bank Corporation’.

Baca Juga: Drawing Malaysia Open 2024, Anthony Sinisuka Ginting Uji Nyali dan Ganda Putri Bikin Pusing

Namun, meskipun sebagian besarnya didanai oleh Bank dari Jepang tersebut, APBN juga tetap membiayai pengembangan bandara tersebut.

Menurut informasi, dana APBN yang dikeluarkan pemerintah terkait pengembangan Bandara di Kota Palembang, Sumatera Selatan tersebut senilai Rp114,8 miliar.

Sedangkan sisanya, sebesar Rp251,9 miliar merupakan hasil dana pinjaman dari Bank Jepang.

Baca Juga: Cerai dari Pramudya Kusumawardana, Bocor Kabar Yeremia Rambitan Punya Partner Baru, Bakal Tampil di…

Sebenarnya, pengembangan bandara dilakukan untuk mengubah status bandara yang awalnya hanya melayani penerbangan domestik menjadi internasional.

Hal tersebut dilakukan lantaran, untuk menjadi bandara benrtaraf internasional, beberapa persyaratan perlu dilakukan.

Diantara pengembangan bandara di Sumatera Selatan tersebut yang telah dilaksanakan adalah perpanjangan landasan pacu hingga menjadi 3.000 meter x 60 meter.

Baca Juga: Realisasi Target Produksi 595 Ribu BOPD Meleset Usai Pertamina Raup Cuan 84,8 Juta USD, Temuan Minyak di Jawa Barat Jadi Harapan Baru?

Kemudian, pembangunan tempat parkir kendaraan pengunjung hingga memiliki luas parkir sebesar 20.000 meter.

Tidak ketinggalan, pembangunan gedung terminal hingga lantai tiga juga dilakukan, sehingga memiliki luas sebesar 13.000 meter persegi.

Selanjutnya, yang terakhir adalah dilengkapinya fasilitas bandara dengan garbarata (aerobridge) serta terminal kargo dan fasilitas penunjang lainnya.

Baca Juga: Bandara Metropolitan di Jawa Barat Dijual ke Asing karena Sepi, Solusinya Ada pada Tol Rp18,3 Triliun?

Hingga akhirnya, pada tahun 1970, bandara yang terletak di Palembang, Sumatera Selatan ini resmi menjadi bandara bertaraf internasional.

Hasil dari pengembangan bandara menjadikan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin mampu didarati pesawat-pesawat berbadan lebar.

Demikianlah informasi terkait pengembangan bandara yang lokasinya berada di Kota Palembang.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]