Utang 22,8 Juta USD ke Amerika, Jalan Tol Jagorawi Jadi yang Pertama Dibangun di Indonesia, Kini Usianya…

inNalar.com – Jalan Tol Jagorawi atau Jakarta-Bogor-Ciawi merupakan jalan tol yang pertama kali dibangun di Indonesia.

Adapun panjang ruas jalan bebas hambatan ini membentang sejauh 59 km dengan usia 45 tahun.

Pembangunannya saat ini bahkan tercatat sebagai jalan tol tertua di Indonesia tepatnya berlokasi di Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Aset Rp25 Triliun, PLTU Batu Bara di Sukabumi dan Cirebon Jawa Barat Bakal ‘Suntik Mati’, Yakin Didanai APBN?

Melansir dari laman Kementerian PUPR, area jalan ini sendiri telah beroperasi sejak tahun 1978 lalu sampai dengan saat ini

Kehadirannya juga sudah tersambung ke berbagai ruas jalan bebas hambatan lainnya.

Seperti Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Cinere-Jagorawi, Ciawi-Sukabumi, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Dinilai Tak Positif, Proyek PLTU di Indramayu Jawa Barat Ini Mangkrak Akibat Jepang Tak Mau Biayai Lagi!

Awal mula pembangunannya sendiri dilakukan di tahun 1975 lalu.

Tak banyak yang tahu, bahwa pembangunannya sendiri tidak hanya melibatkan dana dari pemerintah.

Akan tetapi juga memakai pinjaman dari luar negeri. Tepatnya yakni hasil pinjam dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Dana Desa di Indramayu Jawa Barat Capai Rp341,6 M, Inilah Kecamatan yang Kebanjiran Anggaran, Coba Tebak!

Pinjaman ini diberikan melalui Badan untuk Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID.

Adapun totalnya mencapai 28,6 juta dollar AS yaitu setara dengan Rp5,5 miliar pada kurs tahun 1974.

Untuk masa pengembaliannya sendiri selama 30 tahun dengan bunga sebanyak 3%.

Pada pembangunan Jalan Tol Jagorawi sendiri pemerintah tanah air menggelontorkan dana sebanyak 10,3 juta USD.

Yakni setara dengan Rp2 miliar rupiah sehingga mampu menyumbang sekitar 30% dari pembiayaan jalan tersebut.

Sedangkan hasil pinjaman dari Amerika Serikat sendiri mencapai angka 22,8 juta USD.

Tepatnya setara dengan Rp4,4 miliar atau 70% untuk membangun konstruksi Jalan Tol Jagorawi.

Pemerintah sendiri menunjuk kontraktor asing untuk menyelesaikan pembangunannya di Jawa Barat.

Yakni perusahaan asal Korea Selatan bernama Hyundai Construction Co.

Adapun konsultan supervisinya yakni Ammann-Whitney & Trans Asia Engineering Associates Inc asal Amerika Serikat.

Hal ini sebenarnya sempat menuai banyak kontroversi dari berbagai kalangan. Banyak pihak yang mengkritik akibat pemerintah yang seolah mengesampingkan peran anak bangsa.

Akan tetapi, Presiden Soeharto yang kala itu menjabat menegaskan bahwa ada banyak orang Indonesia yang terlibat dalam pembangunannya.***

 

Rekomendasi