

inNalar.com – Ustadz Khalid Basalamah mengulas lebih mendalam filosofi ta’aruf dalam salah satu segmen podcast yang membahas seputar pernikahan di kanal Youtube resminya.
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, konsep ta’aruf (berkenalan) tidak hanya sekadar disematkan dalam proses awal menjelang pernikahan bagi para calon pasangan.
Namun, ta’aruf memiliki makna filosofis yang bisa menjadi pegangan para calon pasangan hingga keduanya telah menjalani kehidupan pernikahan, kata Ustadz Khalid Basalamah.
Baca Juga: Sering Dianggap Lebih Baik dari Erling Haaland, Newcastle United Buru Striker Terbaik Milik Napoli
“Sebenarnya ta’aruf itu berjalan dalam rumah tangga dari mulai akad nikah sampai salah satunya meninggal,” ujar Ustadz Khalid Basalamah.
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa makna ta’aruf itu tidak berhenti pada konsep tata cara berkenalan yang syar’i antara pria dan wanita yang akan menikah.
Menurutnya, konsep ta’aruf juga memiliki makna filosofis dalam suatu pernikahan yang bisa menjadi kunci rahasia hubungan pasangan menjadi lebih langgeng hingga tua.
Pasalnya, setiap pria dan wanita yang melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan, tentu keduanya memiliki karakter bawaannya masing-masing, kata Ustadz Khalid Basalamah. Itulah mengapa ta’aruf (berkenalan) antar pasangan tentu akan membutuhkan waktu dan proses adaptasi yang cukup lama, meski keduanya telah menikah.
Pernikahan itu akan bisa langgeng, menurut Ustadz Khalid Basalamah, ialah ketika setiap pasangan secara suportif saling memberikan masukannya dengan baik tatkala keduanya merasa ada gesekan kebiasaan atau karakter yang sekiranya masih memerlukan penyesuaian di antara keduanya.
Kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh pasangan yang baru menikah ialah keduanya melupakan proses ta’aruf setelah pernikahan dan masing-masing masih cenderung mengedepankan ego nya, kata Ustadz Khalid Basalamah.
Baca Juga: Sukses Gelar Konser Encore Bersama 60.000 Penggemar, NCT Dream Siap Comeback Lagi Bulan Juli!
Masa ta’aruf setelah pernikahan, menurutnya, ialah ketika setiap pasangan berusaha untuk saling mempelajari karakter masing-masing dan belajar untuk mengatasi gesekan-gesekan karakter yang sekiranya berlawanan di antara keduanya.
Ustadz Khalid Basalamah berpandangan bahwa suatu kekeliruan bagi orang-orang yang menganggap bahwa ketika sepasang suami istri telah hidup bersama dalam ikatan pernikahan, maka berarti keduanya telah selesai menjalani proses ta’aruf.
Justru ta’aruf (berkenalan) setelah pernikahan itu akan dilakukan lebih mendalam daripada sebelumnya, karena keduanya akan lebih mengenal baik luar dan dalam diri pasangannya masing-masing saat itu, demikian menurut penuturan Ustadz Khalid Basalamah.
Baca Juga: Uganda Mengesahkan UU Anti LGBT, Presiden Amerika Serikat Joe Biden Sebut Pelanggaran Tragis
Satu hal yang paling penting menurut Ustadz Khalid Basalamah adalah ketika pasangan suami istri saling berusaha untuk menyempurnakan proses ta’aruf mereka, agar keduanya semakin bisa memperbaiki dirinya masing-masing menjadi lebih baik lagi.
Oleh karena itu, Ustadz Khalid Basalamah menyarankan jika terjadi perselisihan di antara suami dan istri, maka pertama yang perlu dilakukan adalah lihatlah perkara yang menjadi perselisihan itu dari sudut pandang Islam.
Misalnya, ada karakter bawaan pada salah satu pasangan, yakni istri, dinilai tidak baik dalam pandangan Islam, maka menurut Ustadz Khalid Basalamah, sifat dan karakter yang ada padanya perlu berusaha untuk dihilangkan.
Baca Juga: Profil Aulia Akbar, Sosok Dibalik Pemenang Sayembara Logo IKN Nusantara Bertema Pohon Hayat
Adapun kewajiban suami dalam konteks ini ialah mendukung sang istri untuk merubah karakter bawaan tersebut dengan cara yang baik dan suportif.
Begitu pula sebaliknya jika hal ini terjadi pada suaminya, maka sang istri lah yang berusaha untuk mendukung proses perubahan karakter yang ada pada suaminya.
Sehingga, ketika pasangan suami istri selalu berpegang pada makna filosofis ta’aruf, maka terbentuklah suatu kondisi ketika ada yang salah, maka perbaiki kesalahan tersebut. Adapun yang benar, maka dukunglah kebenaran tersebut.
Demikian indahnya makna filosofis dari istilah ta’aruf yang dijelaskan oleh Ustadz Khalid Basalamah dalam sesi diskusi seputar pernikahan.***