

inNalar.com – Ustadz Hilman Fauzi menyebutkan beberapa sikap yang sebaiknya kita hindari pada saat hari raya idul fitri. Sebagaimana makna kata “fitri” yang menunjukkan bahwa hari tersebut menjadi momentum bagi kita untuk kembali kepada fitrah kita, yaitu kesucian kita.
Ustadz Hilman Fauzi pun kemudian menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kembali kepada fitrah kita adalah kembali menjadi hamba Allah yang beriman kepada-Nya.
Maka berkaitan dengan fitrah ini, Ustadz Hilman Fauzi menyebutkan salah satu hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimana setiap manusia pada dasarnya terlahir fitrahnya sebagai seorang muslim. Adapun keadaan lingkungannya lah yang membuat dia Yahudi, Nasrani, dan Majusi.
Ustadz Hilman Fauzi mengimbau agar hendaknya kita berusaha untuk menjaga diri kita dari berbagai tindakan yang mengotori makna idul fitri tersebut dengan cara mengetahui dan mempelajari apa saja sikap yang perlu dihindari saat bertemu dengan hari idul fitri.
Berikut enam sikap yang perlu kita hindari saat idul fitri menurut Ustadz Hilman Fauzi:
Pertama, janganlah berlebihan-lebihan saat makan
momen idul fitri dianggap sebagai hari yang sangat spesial, sehingga makanan yang dihidangkan pun sangat beragam. Terlebih lagi apabila kita tidak mempu mengontrol nafsu makan, maka kita pun terdorong untuk makan dalam jumlah yang banyak.
Ingatlah bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menasihati kita melalui QS Al-A’raaf ayat 31 agar kita tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum, karena yang demikian itu termasuk ke dalam sikap yang tidak disukai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Baca Juga: Khutbah Idul Fitri 1444 H atau 2023 M Tema Kemenangan dalam Kacamata Sosial
Kedua, janganlah berlebih-lebihan dalam berpakaian dan berdandan
Salah satu ibadah sunnah pada saat idul fitri adalah mengenakan pakaian terbaiknya. Namun, seringkali kita menjadi terlalu bersemangat dalam meraih keutamaan tersebut yang pada akhirnya membuat diri kita terjebak dalam cara berpakaian dan berdandan yang terlalu berlebihan.
Ustadz Hilman Fauzi memberi nasihat bagi para muslim dan muslimah agar memilih pakaian terbaik yang disesuaikan dengan kemampuan mereka, dan yang paling penting adalah tidak mencolok dan pakaian tersebut rapi lagi bersih. Hal tersebut sebagaimana dalam firman Allah ta’ala pada QS Al-Ahzab ayat 33.
Ketiga, Berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya
Ustadz Hilman Fauzi menjelaskan cara ketika seorang muslim hendak bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Da’i muda milenial itu pun mencontohkannya dengan cukup memposisikan tangan kita di dekat dada kita sembari mengatakan “Mohon maaf lahir dan batin…”
Baca Juga: Anjuran Mandi dan Berhias pada Hari Raya Idul Fitri Beserta Panduannya, Simak Penjelasan Buya Yahya!
Keempat, Berlebihan dalam tertawa dan bercanda
Idul fitri memang menjadi bagian yang sangat ditunggu-tunggu, salah satunya adalah karena pada saat itu kita bisa bertemu dengan karib kerabat. Momen membahagiakan tersebut, menurut Ustadz Hilman Fauzi, alangkah baiknya jika kita tetap memperhatikan tuntunan Islam dalam sikap tertawa, karena jika terlalu berlebihan dalam hal tersebut akan menyebabkan hati menjadi keras.
Kelima, Mengulur waktu shalat dengan alasan silaturahmi
Keenam, boros dalam mempersiapkan hari raya
Seringkali kita berlomba-lomba untuk menghidangkan makanan dan pakaian terbaiknya hingga pengeluarannya pun menjadi tidak terduga.
Namun, ingatlah bahwa masih ada muslim lainnya yang tidak seberuntung kita dan membutuhkan uluran bantuan infak dan sedekah dari kita. Berinfak dan sedekah bisa menjadi pilihan bagi siapa saja yang memiliki kelapangan rezeki agar mereka yang belum beruntung bisa juga merasakan kebahagiaan di hari lebaran.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi