

inNalar.com – Ustadz Hanan Attaki pernah sempat dituduh sebagai pemuka agama yang menyebarkan paham wahabi di Indonesia.
Wahabi adalah kelompok atau gerakan keagamaan yang berasal dari Arab Saudi, yang mengikuti ajaran Islam yang dianut oleh Muhammad bin Abdul Wahab.
Ajaran Wahabi didasarkan pada pemahaman harfiah dan konservatif terhadap Al-Quran dan Hadis, serta menekankan pentingnya mengikuti tuntunan salaf atau generasi awal umat Islam.
Beberapa ciri ajaran Wahabi antara lain menentang praktek-praktek keagamaan yang dianggap bid’ah atau inovasi, seperti ziarah kubur, penghormatan terhadap orang suci, dan memperingati hari-hari suci tertentu.
Meskipun gerakan Wahabi memiliki pengikut yang signifikan di Arab Saudi dan beberapa negara lain, ajarannya juga telah menjadi topik kontroversi karena dianggap terlalu konservatif dan eksklusif, serta menimbulkan ketegangan dengan kelompok-kelompok Muslim lainnya.
Maka tak heran kelompok wahabi di Indonesia kerap bersebrangan dengan kelompok muslim lain seperti NU.
Baca Juga: Kuota Rekrutmen Bersama BUMN 2023 Mengecewakan Pendaftar? Perebutan Formasi Semakin Ketat
Hal itulah yang sempat dialami oleh ustadz Hanan Attaki ketika ingin berdakwah ke Madura yang mayoritas menganut ajaran Nadhlatul Ulama (NU).
Karena sudah cukup meresahkan, ustadz Hanan Attaki akhirnya mengklarifikasi bahwa dirinya bukanlah kelompok wahabi.
“Kemudian tuduhan lain, saya dituduh adalah gembong wahabi. Bentar, saya tumbuh dan besar dalam lingkungan kultur kalau di Aceh itu istilahnya itu salafiyah. kalau salafiyah itu di Jawa itu NU, Aswaja. Orang Aceh menyebutnya salafiyah. Salafiyah itu artinya Aswaja, kalau di Jawa. Saya menikah dengan perempuan di Al Azhar (Mesir) juga, belajar di Al Azhar dari Tuban, keluarga kiai, keluarga besar saya di Tuban itu keluarga kiai semua, kiai NU tulen,” ucapnya yang dikutip dari Youtube Hanan Attaki.
Baca Juga: Email Verifikasi Rekrutmen Bersama BUMN 2023 Belum Dikirim Panitia? Ini Solusi Menyelesaikannya
Tak hanya melakukan klarifikasi saja, ustadz Hanan Attaki juga menyatakan bergabung dengan NU.
Pernyataan tersebut dilakukan saat menghadiri acara NU di Malang pada Kamis 11 Mei 2023.
Bahkan disaksikan langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
“Alhamdulillah, malam ini adalah malam terbaik dalam hidup saya sejak ibu melahirkan saya. Karena bagi seorang mukmin dia dilahirkan 2 kali, pertama jasadnya oleh orang tua biologisnya, kedua dilahirkan ruhiyahnya oleh gurunya atau mursyidnya,” ucapnya usai membacakan ikrar untuk bergabung menjadi keluarga besar NU.
Ustadz Hanan Attaki atau yang bernama lengkap Tengku Hanan Attaki ini lahir di Aceh pada 31 Desember 1981.
Ia memiliki seorang istri bernama Haneen Akira dan ketiga anaknya bernama Maryam, Aisyah, dan Yahya.
Baca Juga: Gak Nyangka Onad Sukses Memerankan Tokoh Utama di Hello Ghost, Habib Ja’far: Teman Saya Keren!
Hanan Attaki adalah anak kelima dari enam bersaudara. Tak heran kini dia menjadi penceramah, karena sejak kecil tak jauh dari Alquran.
Saat tumbuh dewasa, ustadz Hanan Attaki memilih kuliah di Fakultas Ushuluddin di Al-Azhar Mesir.
Bahkan dirinya bergabung dengan kelompok studi Al-Quran dan menjadi pemimpin redaksi buletin di sana.
Sepulangnya di Indonesia, ustadz Hanan Attaki mengisi berbagai pengajian dan menjadi founder Pemuda Hijrah.
Tak heran jika sampai saat ini pengikutnya kebanyakan adalah anak-anak muda.***(Faizal)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi