

inNalar.com – Berikut ceramah Ustadz Adi Hidayat terkait ciri Tanda Allah Tidak Ridha, akan muncul perasaan seperti ini.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa jasad kita ini sangat mulia. Saking mulianya, kita tidak boleh digunakan untuk hal-hal tercela.
Lebih lanjut, Ustad Adi Hidayat menjelaskan pendengaran kita, pengheliatan kita dan semua yang ada di dalam jasad kita itu semua aka nada hisabnya.
Baca Juga: Dahsyatnya Manfaat Baca Doa Bangun Tidur dari Syekh Ali Jaber, Ini Bacaan, Arti dan Maknanya
Maka ketika mata kita digunakan untuk melihat kata Allah SAW “saya tidak ridha kalau digunakan untuk melihat yang tidak baik,” kata Ustadz Adi Hidayat.
Ustadz Adi Hidayat memaparkan ketika mata kita dipakai untuk melihat yang tidak baik, Allah SWT tidak ridho.
Dan tanda Allah SAW tidak ridha adalah ketika hati kita gelisah ketika melihat hal-hal yang tidak mulia, kata Ustadz Adi Hidayat.
Lisan, karena lisan itu mulia makanya Allah SWT turunkan ayat-ayat kemuliaan dari lisan kita karena untuk menjaga kemuliaan lisan kita menurut Utadz Adi Hidayat.
Kata Ustadz Adi Hidayat, ketika iman disandingan dengan sholat maka tingkat keimanan seseorang itu indikator keimanan yang tinggi.
Ketika adzan berkumandang dan seseorang langsung berjalan ke masjid itu berarti tingkat keimanan seseorang itu standar. Tetapi ketika orang sebelum adzan berkumandang ia sudah berada di masjid itu berarti tingkat keimanan seseorang itu sedang menuju tinggi.
Baca Juga: Lengkap, Ustadz Adi Hidayat Contohkan Urutan Dzikir Setelah Sholat Seperti Rasulullah SAW
Tetapi ketika adzan berkumadang, ketika sudah qomat memanggil dan seseorang belum juga melaksanakan sholat itu berarti iman kita lemah.
Anda keluar dari masjid tapi ketika anda melecehkan orang dengan kata-kata anda, pahala sholat anda akan pindah kepada orang yang kita cela.
Makanya ketika Allah SWT turunkan larangan untuk mencela itu untuk menjaga kemuliaan kita, supaya kita tidak di hinakan orang lain.
Karena orang-orang yang hina yang hatinya akan mengeluarkan kata-kata terhina. Nah, kita itu diciptakan mulia, jadi ketika lisan anda mencela anda sedang menurunkan kemuliaan anda di hadapan Allah SWT.
Ketika Allah SWT memuliakan anda, justru anda menyandingkan kemuliaan itu dengan hewan yang jaub statusnya, maka ini merendahkan keteapan Allah SWT, itu yang paling bahaya.
Yang layak kemudian diturunkan statusnya sama dari pada hewan, itu hanya kepada orang-orang yang tidak mau mendekat kepada Allah SWT.
Baca Juga: Salip Rekor AESPA, IVE Menangkan Empat Penghargaan pada Melon Music Awards 2022, Apa Saja?
Allah SWT hanya membuat perumpaan jika menyandingkan manusia sama dengan hewan bahkan lebih rendah dari hewan ketika semua fungsi tubuhnya tidak mau menerima hidayah dari Allah SWT.