

inNalar.com – Ustadz Abdul Somad membahas mengenai siapa sebenarnya orang yang khusyuk dan bagaimana langkah yang harus ditempuh seorang muslim agar bisa meresapi ibadahnya, terutama saat sholat.
Menurut Ustadz Abdul Somad, orang yang dikatakan khusyuk adalah mereka yang beruntung. Adapun, menurutnya, orang yang beruntung bukanlah orang yang berprofesi sebagai pebisnis, pedagang, dan bukan pula petani dengan hasil panennya yang melimpah.
Lebih lanjut, Ustadz Abdul Somad menyebut orang yang khusyuk adalah mereka yang beruntung dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman.
Baca Juga: Dibaiat Masuk NU, Ustadz Hanan Attaki Rela Mati Untuk NKRI!
Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa orang yang paling beruntung di antara orang yang beriman itulah mereka yang khusyuk dalam sholatnya.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa makna khusyuk secara bahasa terdiri dari tiga hal berikut.
Pertama, merendahkan diri.
Kedua, tenang.
Ketiga, menghinakan diri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.
Baca Juga: Fakta Menarik Piala Sudirman Mulai dari Sejarah, Skuad dan Target Timnas Indonesia
Lalu Ustadz Abdul Somad menjelaskan makna khusyuk secara istilah. Khusyuk adalah merendahkan diri di hadapan Allah dengan merasa diri diri tidak memiliki apapun.
Gambaran kehinaan diri seorang yang khusyuk dianalogikan oleh Ustadz Abdul Somad dengan menyamakan seorang manusia yang merasa dirinya bagaikan butiran debu yang berada di tengah luasnya samudera dan alam semesta.
Kemudian Ustadz Abdul Somad pun membagi lagi pembahasan khusyuk menjadi dua bentuk.
Menurut Ustadz Abdul Somad, Bentuk khusyuk yang pertama adalah khusyuk jismi atau badan. Yaitu, ketika seorang muslim berusaha untuk mengikuti gerakan sholat dengan sebaik mungkin.
Ustadz Abdul Somad menerangkan bahwa orang yang khusyuk ketika melaksanakan sholat adalah ia yang mengarahkan matanya ke bawah dan cenderung menundukkan kepalanya.
Sementara di sisi lainnya, Ustadz Abdul Somad menyebut bentuk khusyuk yang kedua adalah khusyuk qolbi atau hati.
Menurutnya, setiap muslim perlu menundukkan hatinya dengan tujuh langkah agar sholat tetap khusyuk.
Pertama, Ustadz Abdul Somad menyarankan bagi setiap muslim agar mulai memusatkan pikirannya sejenak untuk mengambil air wudhu.
Dalam proses berwudhu, kata Ustad Abdul Somad, setiap muslim hendaknya meresapi bahwa dosa-dosa yang ada di dalam diri kita ikut tergugur oleh aliran air yang jatuh di kedua tangannya, mulutnya, hidungnya, dan anggota tubuh lainnya yang terkena oleh air wudhu.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Jelaskan Taubat Nasuha, Jangan Lupa Ingat Allah Sebelum Ajal Datang!
Artinya, sikap khusyuk telah dimulai sejak tahap pertama ini.
Kedua, saat mendengar kumandang adzan.
Ustadz Abdul Somad menyarankan agar setiap muslim bersegera memenuhi panggilan adzan seolah-olah suaranya merupakan panggilan hari kiamat.
Ketiga, melakukan niat.
Berdasarkan penjelasan Ustadz Abdul Somad, niat dilakukan saat takbir dilakukan, yang demikian itu merupakan pendapat dari madzhab syafi’i.
Baca Juga: Buat Kamu Yang Suka Minder, Panji Pragiwaksono Bongkar Trik Biar Pede Saat Public Speaking!
Keempat, membaca dengan suara agak keras.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan yang dimaksud dengan suara keras adalah suara yang tingkat volumenya minimal dapat didengar oleh dirinya sendiri.
Kelima, menurutnya, setiap muslim sebaiknya memahami setiap apa yang dibacanya selama prosesi sholatnya.
Keenam, dikatakan bahwa sebaiknya pikiran setiap muslim yang sedang melaksanakan sholat tidak beralih ke gerakan selanjutnya.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Paparkan Cara Mengambil Hikmah Dari Sebuah Musibah, Ini Tentang Mindset!
Kemudian Ustadz Abdul Somad mencontohkannya dengan gerakan sembari menjelaskannya sebagaimana dalam penuturannya berikut.
“Di saat ruku’ pikirannya sudah melompat kepada i’tidal,”terang Ustadz Abdul Somad.
Artinya, setiap muslim disarankan untuk tetap memfokuskan pikiran pada gerakan sholat yang sedang dilakukan, begitulah yang dijelaskan oleh Da’i asal Riau ini terkait gambaran khusyuk.
Baca Juga: Hutang Segunung Segera Terlunasi, Ustadz Abdul Somad Beberkan Amalan Rahasianya
Bagi yang belum terbiasa fokus, menurut Ustadz Abdul Somad, tetap berusahlah dibiasakan karena Allah subhanahu wa ta’ala akan senantiasa menolong hamba-Nya yang konsisten untuk memperbaiki kekhusyukan sholatnya.
Ketujuh, tetap merendahkan diri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.
Pasalnya, kekhusyukan hanya dapat diraih ketika hamba-Nya berusaha terus memperbaiki kualitas sholatnya dan juga berkat pertolongan Allah.
Pada akhir penjelasannya, Ustadz Abdul Somad mengimbau agar setiap muslim berusaha selalu menikmati setiap gerakan sholat yang sedang dijalaninya.
Mudah-mudahan yang demikian itu dapat lebih memudahkan setiap muslim untuk meraih kekhusyukan dalam sholatnya.***