

inNalar.com – Ustadz Abdul Somad membagikan untaian nasihat untuk setiap muslim agar mulai menyadari segala dosanya dan bersegera untuk bertaubat.
Ustadz Abdul Somad mengawali pembahasannya dengan mengupas secara mendalam makna dari taubat nasuha. Hal ini dilakukannya agar setiap muslim tidak salah dalam memaknai taubat yang sesungguhnya.
Ustadz Abdul Somad mengawali pembahasannya dengan menjelaskan arti kata “Nasuha” secara bahasa.
Baca Juga: Buat Kamu Yang Suka Minder, Panji Pragiwaksono Bongkar Trik Biar Pede Saat Public Speaking!
Sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad, “Nasuha” berasal dari kata dalam bahasa Arab, yaitu nashaha – yanshahu – nashiihah atau nashuuhan, sehingga arti dari ungkapan taubat nasuha bermakna menjahit kain yang rusak.
Lebih lanjut, Ustadz Abdul Somad menerangkan bahwa makna dari kalimat “menjahit kain yang rusak” merupakan bagian dari analogi kehidupan seorang muslim yang terlahir bersih dan suci, kemudian seiring waktu berjalan, semakin banyak pula khilaf dan dosa yang dilakukannya, tetapi dengan bertaubat nasuha maka hidupnya menjadi lebih terarah dan lebih baik lagi.
Ustadz Abdul Somad atau UAS mengingatkan setiap muslim bahwa tidak ada manusia yang terbebas dari dosa, kecuali Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, bertaubatlah.
Baca Juga: Gak Nyangka Onad Sukses Memerankan Tokoh Utama di Hello Ghost, Habib Ja’far: Teman Saya Keren!
Maka, menurutnya sebaiknya seorang muslim menyadari segala kesalahannya dan bersegera untuk bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan taubat nasuha.
Ustadz Abdul Somad mengingatkan pula bahwa dosa yang dilakukan oleh seorang muslim kepada Allah subhanahu wa ta’ala lebih cepat diselesaikan permasalahannya sebab Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Sementara di sisi lainnya, dosa seorang muslim kepada sesama manusia akan lebih lama penyelesaian masalahnya.
Oleh karena itu, Ustadz Abdul Somad pun mengimbau setiap muslim untuk segera bertaubat dengan memperhatikan bagaimana hubungan antara dirinya dengan keluarganya, tetangganya, rekan kerjanya, dan yang lainnya.
Ustadz Abdul Somad juga mengingatkan bahwa hendaknya setiap muslim menundukkan keegoisannya guna menyadari segala kesalahannya, lalu bertaubat. Pasalnya, setiap manusia pada akhirnya akan berakhir pada kematian.
Adapun kondisi seorang muslim di liang lahatnya, kata Ustadz Abdul Somad, jasadnya tidak akan dibedakan berdasarkan status, kedudukan, dan seberapa besar tingkat kekayaannya saat di dunia, maka bertaubatlah.
Baca Juga: Lebih Utama Mana Ibu atau Istri? Ustadz Abdul Somad Akhirnya Beberkan Jawabannya
Menurutnya, kematian bisa mendatangi siapa saja, baik yang sehat maupun yang sakit.
Sehingga, Ustadz Abdul Somad pun mengingatkan setiap muslim untuk tidak menunda-nunda taubat sebab kematian pun tak akan menunggunya bertaubat.
“Akhirnya kau akan mati dan dimakan cacing tanah,” kata Ustadz Abdul Somad.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Paparkan Cara Mengambil Hikmah Dari Sebuah Musibah, Ini Tentang Mindset!
Dalam penuturannya itu, ia secara jelas mengingatkan setiap muslim untuk memanfaatkan kesempatan taubatnya sebelum batas akhir kematian menghalanginya.
Dengan demikian, bagi setiap muslim yang ingin kembali kepada jalan yang benar, maka bertaubatlah dengan taubat yang nasuha.
Artinya, kembali kepada pelukan Allah subhanahu wa ta’ala dan mengharap ridha-Nya serta bersungguh-sungguh untuk menahan diri dari godaan mengulangi kesalahan yang sama di masa lampau.***