Usianya Cuma 3 Tahun, Sekolah Apung di Nigeria Ini Terpaksa Tutup di Tahun 2016: Apa Masalahnya?

inNalar.com – Nigeria merupakan salah satu negara berdaulat di Afrika Barat.

Meski banyak tersorot mengenai kemiskinan di negara ini, namun masih banyak sekolah yang ada di Nigeria.

Salah satu sekolah di sini bahkan mendapat sorotan dari banyak pihak karena keunikannya.

Baca Juga: Nilai Tebusan 8 Juta USD, Layanan Pendidikan Ini Ketar Ketir Usai Pusat Data Nasional Diretas

Sekolah unik itu dikenal oleh masyarakat sekitar denga Makoko Floating School.

Sekolah Terapung Makoko merupakan proyek pembangunan di Makoko, Lagos, Nigeria.

Sebelum adanya proyek ini, anakanak-anak Makoko hanya memiliki akses ke satu sekolah dasar yang tidak memadai.

Baca Juga: Mohon Maaf, Calon Guru Tidak Diberi Peluang Nadiem Makarim Untuk Daftar PPG Tahun 2024 Tanpa 7 Syarat Ini

Selain itu, akses tersebut dibangun di atas tanah reklamasi dan sering terancam oleh banjir yang berulang.

Maka dari itu, tercetuslah sebuah ide dari seorang arsitek Nigeria, Kunlé Adeyemi dari NLÉ untuk membangun sebuah sekolah yang lebih baik.

Mereka mengusulkan untuk mengubah status daerah kumuh air dari komunitas tepi laut Makoko menjadi pulau terapung dengan membuat prototipe bangunan yang fungsional.

Baca Juga: Dibangun Hotel Bintang 5 di Atas Gedung, Cambridge City Square Jadi Mall Termegah di Medan? Intip Fasilitas Mewahnya!

Prototipe ini akan memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah sebelumnya dengan banjir di daratan dengan membuat sekolah mengapung di samping komunitas.

Mereka berkolaborasi dengan beberapa organisasi dan yayasan seperti Yayasan Heinrich Böll, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), Kementerian Federal Program Adaptasi Lingkungan Hidup Afrika, Area Pembangunan Dewan Lokal Yaba (LCDA) dan komunitas tepi laut Makoko untuk melaksanakan proyek tersebut.

Sekolah terapung Makoko terdiri dari bangunan dan struktur alternatif berkelanjutan yang dirancang untuk beradaptasi dengan gaya hidup akuatik masyarakat setempat.

Baca Juga: Jejak Kontroversi Soekarno: 3 Dosa Besar Bapak Proklamator yang Menjadi Catatan Hitam Rakyat Indonesia

Namun, pada tahun 2016 sayangnya Sekolah tersebut ditinggalkan atau terpaksa ditutup.

Alasan sekolah ini terpaksa ditutup adalah karena masalah keamanan.

Pasalhnya sekolah ini runtuh akibat badai yang terjadi pada Juni 2016.

Meski begitu, proyek pembangunan selanjutnya telah diusulkan.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]