Usianya 185 Tahun, Kelenteng Tertua di Jambi Ini Jadi Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Zaman Kolonial

inNalar.com – Jambi adalah salah satu kota yang dipenuhi dengan kenangan bersejarah. Banyak bangunan kuno yang menyimpan sejarah masa perjuangan rakyatnya.

Salah satu bangunan kuno bersejarah di Kota Jambi ialah Kelenteng Hok Tek.

Kelenteng Hok Tek disebut sebagai tempat ibadah tradisional tertua di Jambi.

Baca Juga: Memakan Anggaran 7 Triliun, Bandara di Kalimantan Timur Ini Dibangun di Atas Sungai? Ternyata…

Pasalnya, terlihat pada bangunan kelenteng tertua di Jambi ini bahwa ada sisa-sisa jejak peninggalan yang merujuk pada zaman keberadaan bangunan kuno Kelenteng Hok Tek dulu berada.

Adapun jejak yang bisa dilihat dari bangunan kelenteng kuno Jambi ini ialah seperti sebuah papan yang memperlihatkan sebuah penanggalan yang usianya sudah 154 tahun lamanya.

Jejak lainnya ialah adanya sebuah tulisan yang menerangkan adanya kunjungan di tahun 1838 M.

Baca Juga: Habiskan Dana 80 Miliar, Wisata Unik di Surabaya Ini Ajak Pengunjung Telusuri Ruangan Bawah Tanah

Bangunan kuno kelenteng Hok Tek ini tetap mendapatkan perhatian, meski status kelenteng sudah tidak lagi digunakan sebagai tempat peribadatan tradisional kaum Tionghoa.

Setidaknya ada sekitar tiga kali pemugaran yang dilakukan pada bangunan kuno tertua di Jambi ini.

Gaya artsitektur khas Cina membuat bangunan kelenteng kuno ini menarik perhatian warga sekitar.

Baca Juga: Usai Mangkrak, Proyek Tol Terpanjang di Provinsi Banten Ini Berlanjut dengan Investasi Dana 9,93 Triliun

Bangunan dengan atap khas Cina dengan perpaduan warna merah dan kuning semakin memberikan vibes masa lalu bersejarah Jambi dilihat dari Kelenteng Hok Tek ini.

Uniknya, ada guci besar berwarna merah disertai dengan empat patung penjaganya seolah menyambut pengunjung yang hendak bertandang ke Kelenteng Hok Tek, bangunan kuno tertua di Jambi.

Pada pintu masuk Kelenteng, pengunjung akan disambut lagi dengan dua patung besar, yaitu Dewa Hok Tek Cia Sin atau Dewa Bumi.

Di dalam bangunan kuno di Jambi ini akan dipenuhi berbagai ukiran dengan warna dominan merah khas arsitektur Cina.

Tak hanya itu, akan ada banyak pula lilin jumbo yang turut menemani jalan pengunjung menuju mimbar persembahyangan utamanya.

Terlihat pula tiang penyangga di samping mimbar utama dengan tambahan ornamen naga hijau yang melilit tiang merah tersebut.

Lokasi Kelenteng tertua di Jambi ini ada di tepi sungai maram, kec Pasar Jambi.

Adapun status bangunan bersejarah di Jambi ini menjadi cagar budaya Kota Jambi.

Pasalnya, keberadaan bangunan ini diindikasi telah ada sejak tahun 1800 dan menjadi saksi bisu sejarah perlawanan rakyat Jambi melawan Belanda.***

Rekomendasi