Usai Proyek Jalan Tol 38,5 km di Jawa Timur Rampung, Ibu Rumah Tangga di Desa Priyayi Malang Ini Makin Terkikis

inNalar.com – Fakta menarik yang jarang diketahui terkait dampak kehadiran jalan tol Pandaan-Malang Jawa Timur ini.

Fakta menarik tersebut di antaranya adalah penduduk desa priyayi Malang ini ramai berganti mata pencaharian usai jalan tol sepanjang 38,5 kilometer ini membentang di sekitar rumah mereka.

Fakta ini diungkap dalam penelitian ilmiah yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (2018) terhadap sejumlah warga Kampung Madyopuro.

Baca Juga: Dibalik Kemegahan Wacana Tol Kediri Tulungagung, Terdapat Skandal Penolakan Pembebasan Lahan dari Warga

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, fakta menarik mengejutkannya adalah perubahan profesi usai hadirnya Jalan Tol Pandaan-Malang ini rupanya hampir merata di setiap lapisan masyarakat.

Utamanya ibu rumah tangga di desa priyayi Malang ini pun makin berkurang gegara beralih profesi menjadi pedagang.

Kabar gembiranya, pengangguran di kampung bersejarah Jawa Timur ini pun kini statusnya menjadi pekerja.

Baca Juga: Gudang Garam Bangun Jalan Tol Sepanjang 44,17 Km, Bakal Hubungkan Kediri dan Tulungagung: Rampung 2025!

Perubahan tersebut bisa juga disebabkan karena sebagian warga mencoba menambah penghasilan sebagai pedagang.

Meski pada dasarnya mata pencaharian utama mereka adalah buruh, tetapi profesi pedagang semakin diminati usai proyek ini beroperasi.

Lantas, bagaimana dengan kehidupan warga yang sudah menjadi pedagang sejak sebelum proyek Jalan Tol Pandaan-Malang ini ada?

Baca Juga: Proyek Jalan Tol Rp5,97 Triliun di Jawa Timur Ini Sukses Bikin Warga Desa Pelosok Malang Ini Makin Bercuan, tapi…

Para pedagang kecil di Desa Madyopuro Malang ini pun juga ikut merasakan berkah cuan proyek jalan tol Jawa Timur ini.

Namun perubahan mata pencaharian tidak terjadi pada masyarakat yang statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sama halnya dengan dengan penduduk desa priyayi Malang yang usianya sudah memasuki kategori lansia dan sudah tidak bekerja.

Perlu diketahui, tiga seksi pertama ruas jalan tol ini berhasil diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 13 Mei 2019.

Ramainya fenomena alih profesi yang turut membuat jumlah ibu rumah tangga semakin berkurang ini pun juga memicu pertumbuhan pendapatan desanya.

Adapun di antara 35 responden penelitian yang diwawancara oleh peneliti tersebut, seluruhnya mengaku mengalami peningkatan jumlah pendapatan per bulannya.

Namun konsekuensi logis yang mengiringinya pun membuat gaya hidup semakin meningkat seiring cuan yang makin bertumbuh.

Maksudnya, tingkat pengeluaran per bulannya pun juga ikut meningkat saat pendapatan mereka berhasil naik usai proyek jalan raya bebas hambatan ini rampung.

“Setelah pengembangan jalan (tol Pandaan-Malang) ini membuat masyarakat menjadi lebih giat dalam bekerja dan berusaha karena melihat kondisi jalan yang besar dan transportasi yang lancar,” dikutip inNalar.com dari penelitian terkait dampak pembangunan proyek tersebut.

Siapa sangka, jalan yang melega dan lalu lintas yang lengang justru membuat gaya hidup dan pola pikir masyarakat desa di Jawa Timur ini mengalami perubahan.

Sebagai informasi, Desa Madyopuro terletak di daerah Kedungkandang, Kota Malang.

Kampung ini disebut priyayi karena menurut kesejarahannya penamaan desa tersebut sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit, dilansir inNalar.com dari Portal Resmi Kelurahan Madyopuro.

Desa priyayi ini sudah cukup melegenda dan membudaya setidaknya sejak antara tahun 1358-1500.

Itulah mengapa Kampung Madyopuro seringkali disebut sebagai Desa Priyayi.***

Rekomendasi