Usai Pemekaran Wilayah, Papua Pegunungan Dilirik Wisatawan: Topografi hingga Kehidupan Tradisional

 

inNalar.com – Usai pemekaran wilayah, Papua Pegunungan semakin dilirik oleh wisatawan dengan menyajikan beragam keunikan mulai dari topografi hingga kehidupan tradisional.

Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan disahkan oleh DPR pada tahun 2022.

Adapun dengan tujuan mempercepat pemerataan pembagunan, hingga mengangkat harkat martabat orang Papua asli.

Baca Juga: Jawa Timur Direstui Tambah Kabupaten Baru, Jember Terpisah Jadi 2 dan 11 Daerah di Malang Siap Pisah!

Mengenai pembentukannya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022,yang didalamnya diberi otonomi khusus dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam Undang-Undang tersebut menyatakan bahwa Ibukota Provinsi ini terletak di Kabupaten Jayawijaya.

Wilayah cakupannya mencakup Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yalimo, Lanny Jaya, dan Nduga.

Baca Juga: Gegara Pembangunan Lelet, Kabupaten Nduga Bersiap Lahirkan 2 Daerah Otonom Baru: Bakal Saingi Papua?

Dikutip Innalar.com dari laman bappeda.papua.go.id, adapun batas-batas wilayahnya yaitu:

Di sebelah utara, wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Jayapura, Mamberamo Raya, Sarmi, dan Keerom. Di sebelah timur, berbatasan dengan Negara Papua Nugini.

Di sebelah selatan, berbatasan dengan Kabupaten Boven Digoel dan Asmat.

Baca Juga: Siap Masuki Era Baru, Pulau Sumatera Tambah 9 Provinsi, Inilah Daftar Nama Hingga Kabupaten dan Kotanya!

Sementara itu, di sebelah barat, berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya, Puncak, dan Mimika.

Provinsi hasil pemekaran ini menawarkan pandangan mendalam tentang perubahan dan keunikan pasca-pemekaran.

Berikut keunikan yang dimiliki oleh Provinsi Papua Pegunungan yang memikat wisatawan:

1. Topografi Pegunungan

Sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan dan dataran tinggi, termasuk Pegunungan Maoke dan Pegunungan Jayawijaya.

Kedua pegunungan tersebut memberikan pemandangan alam yang dramatis serta menampilkan keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Kabar Baik! 3 Daerah Otonom Baru Kabupaten Pegunungan Bintang Diupayakan Ketuk Palu Tahun Ini

2. Keanekaragaman Budaya

Provinsi ini merupakan rumah bagi berbagai suku bangsa dengan budaya dan bahasa yang berbeda-beda.

Seperti suku Dani, Lani, dan Yali.
Masing-masing suku tersebut dapat hidup dengan tradisi dan cara yang unik.

3. Ekosistem yang Kaya

Memiliki hutan tropis yang lebat, flora dan fauna endemik seperti spesies langka seperti burung cendrawasih dan kanguru pohon.

Baca Juga: DPRD Sudah Bentuk Pansus Pemekaran Wilayah, Warga Kabupaten Malang Bisa Bersiap Miliki Wilayah Baru

Sehingga kawasan ini dijadikan untuk lokasi penting sebagai konservasi biodivertas.

4. Isolasi Geografis

Keterbatasan akses dan medan yang berat membuat beberapa daerah di provinsi ini masih relatif terisolasi, mempertahankan keaslian budaya.

5. Kehidupan Tradisional

Banyak komunitas di kawasan ini mempertahankan cara hidup tradisional.
Termasuk sistem adat, ritual, dan seni yang diwariskan secara turun temurun.

Dengan segala keunikan yang ditawarkan, Provinsi yang satu ini menunjukkan keindahan yang menarik untuk dieksplorasi.

Selain itu, melalui pemahaman tentang topografi hingga kehidupan tradisionalnya, kita dapat lebih menghargai dan melestarikan keunikan yang dimilikinya. ***

 

Rekomendasi