Usai Korban Palestina Capai 14 Ribu Jiwa, Akhirnya Israel Sepakati Gencatan Senjata dengan Hamas, Berapa Hari?

InNalar.com – Perang Hamas dan Israel di Gaza Palestina telah menjadi berita global.

Akhirnya setelah perang yang sudah berjalan lebih dari 1 bulan ini berlalu, terjadilah kesepakatan genjacan senjata.

Kesepakatan ini sendiri terjadi antara Hamas dengan Israel yang akan berlangsung selama beberapa waktu.

Baca Juga: Kabinet Israel Setujui Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Hamas, Benarkah Sandera Palestina Akan Dibebaskan?

Sekedar informasi, sebenarnya ada pula yang mengatakan jika kejadian di Timur Tengah ini bukanlah perang, melainkan genosida.

Bagaimana tidak, hingga saat ini saja diketahui korban di Palestina jumlahnya sudah mencapai puluhan ribu.

Meski jumlah korbannya sudah mencapai sebanyak itu, namun Israel tetap melakukan penyerangan terus menerus hingga banyak warga sipil yang tewas.

Baca Juga: Spill Gaji dan Tunjangan PNS Penyuluh Sosial di Lingkungan Kementerian Sosial, Bisa Kantongi Rp64,8 Juta Setahun?

Dilansir dari akun X @apamedia_id, sejak peperangan 7 Oktober dimulai, korban di Palestina jumlahnya telah mencapai sekitar 14.100 orang.

Sedangkan korban di Israel hingga saat ini tercatat hanya sekitar 1200 orang.

Jadi tak heran jika banyak orang yang menyebutkan jika kejadian di Timur Tengah ini merupakan genosida besar-besaran.

Baca Juga: Kisah Haji Untung yang Viral Bangun Kantor Desa 8 Lantai Pakai Uang Pribadi, Habiskan Rp1,5 Miliar Demi Ini

Akan tetapi, akhirnya genosida besar-besaran itu akan berhenti, walau hanya akan terjadi sementara.

Pasalnya, pada hari ini, Rabu 22 November 2023 Israel telah mensepakati adanya genjacan senjata dengan Hamas yang akan berlangsung selama 4 hari.

Tak hanya itu, kedua kubu itujuga memiliki perjanjian lain untuk melepaskan beberapa sandera mereka.

Walau begitu, menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tindakan ini merupakan keputusan yang sulit, wlaupun keputusan ini merupakan satu hal yang benar untuk dilakukan.

Namun justru berbeda lagi dengan Hamas, sebab pihaknya justru menerima tindakan ini secara baik dan dengan tangan terbuka.

Adapun genjacan senjata ini sendiri akan berlangsung selama 4 hari lamanya, namun entah sejak kapan akan dimulai.

Sebab, hingga saat ini diketahui di jalur Gaza tentara Israel masih melakukan gempurannya.

Sekedar informasi, sebenarnya Israel juga telah mengancam akan menggempur Rumah Sakit Indonesia yang ada disana.

Sebab Israel telah memerintahkan evakuasi pada rumah sakit Indonesia tersebut sebelum dilakukan gempuran pada fasilitas kesehatan yang dimaksud pada 4 jam kedepan.

Perlu diketahui, gencatan senjata ini dapat terjadi tentu karena terdapat beberapa kesepakatan yang harus dipenuhi oleh kedua pihak.

Salah satunya adalah Israel meminta agar pihak lawan setidaknya melepaskan 50 sandera.

Pembebasan pada sandera itu juga termasuk perempuan, anak-anak, serta WNA seperti warga Amerika.

Sedangkan Israel juga sepakat untuk mengembalikan sekitar 150 sandera yang termasuk perempuan dan anak-anak Palestina.

Jika kesepakatan ini benar-benar resmi dimulai dan dilakukan, tentu peperangan yang terjadi itu akan berhenti selama 4 hari.

Akan tetapi seperti namanya, setelah gencatan senjata ini berakhir, Israel akan mulai melakukan gempuran kembali hingga keinginan mereka terpenuhi.***

 

Rekomendasi