Usai Gaet China dan Arab, PT Aneka Tambang Targetkan Produksi 274.140 Aluminium di 2024, Terluas Ada di Sanggau Kalimantan Barat

inNalar.com – PT Aneka Tambang Tbk atau Antam tampak makin optimis dengan unit bisnis produksi aluminium untuk tahun 2024.

Terlihat dari keberanian ANTM dalam menentukan target produksi aluminium tahun ini mencapai 274.140 ton.

Apabila mengulik pencapaian hasil produksi dan penjualan komoditas bauksit dan alumina milik perusahaan ini di tahun sebelumnya.

Baca Juga: Rangkul China, Kalimantan Barat Miliki Smelter Alumina Senilai Rp14 Triliun, Pertama di Indonesia?

Tampak produsen bauksit tertua di Indonesia ini sukses catatkan volume produksinya sepanjang tahun 2023 sebesar 1,41 juta WMT.

Sementara untuk volume produksi alumina sendiri, ANTM telah menghasilkan 114.524 ton.

Lompatan yang cukup jauh dari tahun sebelumnya, tetapi target ini pun ternyata didasarkan oleh beberapa langkah strategis perusahaan ini.

Baca Juga: Sempat Rugi Rp6,75 T, Megaproyek Smelter Alumina di Mempawah Kalimantan Barat Ini Akhirnya Happy Ending di 2024, Bisa Upgrade Kapasitas 3 Juta Ton!

Sepanjang tahun 2023, diketahui PT Aneka Tambang Tbk telah menjalin kerja sama dengan mitra asing dari China dan Uni Emirat Arab dalam rangka menggenjot kapasitas produksinya.

Antam belum lama ini menggaet Emirates Global Alumina untuk mengembangkan 5 tungku atau pot peleburan pabrik aluminium.

Berkat pot optimization yang telah dijalani perusahaan penghasil produk nilai tambah bauksit ini, pihaknya optimis range kapasitas bisa dikerek naik lebih tinggi di banding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Dibantu Amerika dan Korea, Jalan Tol Rp6,6 Miliar Penghubung 2 Provinsi Ini Diklaim Jadi yang Pertama di Indonesia, Usianya…

Selain itu, sebelumnya juga diketahui perusahaan ini pun telah menggaet perusahaan China untuk mengembangkan teknologi pabrik aluminiumnya.

Pengembangan tersebut dilakukan terhadap 170 pot peleburan pada smelter alumina milik Antam.

Ditambah lagi dengan area tambang bauksit milik ANTM melalui anak perusahaannya PT Indonesia Chemical Alumina, yang berada di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

Baca Juga: Serap Anggaran Rp1 Miliar, Lahan Eks Bandara Seluas 13 Ha di Samarinda Ini Bakal Disulap Pemprov Kalimantan Timur Jadi…

Tambang Tayan memang menjadi konsesi paling andalan mengingat luas konsesinya paling besar dibanding dengan tambang Antam lainnya.

Adapun luas tambang Tayan di Kabupaten Sanggau ini mencapai 34.360 hektare dengan potensi sumber daya terukur mencapai 84,27 juta ton bauksit.

Sebagai informasi tambahan, untuk segmen usaha bauksit dan alumina sendiri rupanya PT Aneka Tambang Tbk berhasil catatkan penjualan bersih per September 2023 lalu sebesar Rp1,25 triliun.

Baca Juga: Inter Milan Berjuang Mati-matian Amankan Jasa Mehdi Taremi dari Tangan AC Milan di Bursa Transfer Musim Dingin Ini

Lebih rinci lagi, penjualannya pun didominasi dari keran ekspor yang berhasil catatkan pencapaiannya Rp664 miliar, sedangkan untuk tahun sebelumnya diketahui ANTM berhasil catat Rp1,07 triliun.

Sementara untuk distribusi dalam negeri, perusahaan ini pun berhasil menjual komoditasnya sebesar Rp589 miliar.

Cukup menanjak dari tahun sebelumnya yang hanya tercatat berhasil melakukan penjualan sebesar Rp370 miliar.

Baca Juga: Beban Biaya Sektor KI Gemuk Rp42,99 M, PT Intiland Development (DILD) Gempurkan Eksekusi Proyek Kawasan Industri Batang di Jawa Tengah

Sementara catatan aset pertambangan ini pun nilainya mencapai Rp3,19 triliun hampir menyusul segmen usaha logam mulia dan pemurniannya yang mencapai Rp4,08 triliun. ***

Rekomendasi