Usai Covid-19, India Lockdown Lagi Gara-gara Muncul Virus Nipah yang Mematikan, Indonesia Harus Waspada!

InNalar.com – Pemerintah Indonesia wajib waspada setelah India kembali lockdown karena muncul virus mematikan lainnya setelah Covid-19.

India saat ini sedang geger virus mematikan bernama Virus Nipah yang muncul usai pandemi Covid-19.

Virus Nipah membuat masyarakat India geger selama dua pekan terakhir setelah adanya kabar warga yang terjangkit.

Baca Juga: Wabah Virus Nipah Heboh di India, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya, Pertama Kali Munculnya di Malaysia?

Melansir dari India Today, virus Nipah muncul di wilayah Kerala, India.

Tercatat ada empat orang yang dirawat termasuk seorang anak berusia 9 tahun.

Selain itu ada kabar dua orang meninggal dunia di Kozhikode akibat virus Nipah.

Sehingga Dinas Kesehatan Kerala mengeluarkan peringatan setelah dua kematian warga tersebut.

Baca Juga: Viral Video Anak Perempuan dari Bali Meninggal Akibat Digigit Anjing, Hati-Hati! Inilah Gejala Virus Rabies

Pemerintah Kerala, India juga langsung melakukan lockdown dengan menutup beberapa sekolah, kantor dan tujuh desa berada di zona isolasi.

Menurut laporan yang sama, wilayah tersebut sejatinya sudah dua kali mengalami dua wabah virus Nipah, yakni pada 2018 dan 2021.

Pada 2018 tercatat ada 23 kasus terindentifikasi dengan 17 orang meninggal dunia lantaran virus zoonosis ini.

Sementara itu, Nipah sendiri adalah jenis virus langka dan sangat berbahaya terutama bagi manusia.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu! Satgas COVID-19 Telah Terbitkan 5 Protokol Kesehatan Baru di Masa Transisi Endemi

Pasalnya, jika terserang virus Nipah maka bisa menyebabkan demam, muntah-muntah, dan gangguan pernapasan. 

Tak sampai di situ, virus Nipah juga bisa menyebabkan adanya radang otak, kejang hingga koma.

Menurut informasi tambahan dari Dinkes Yogyakarta, Direktur Jenderal Dewan Penelitian Medis India (ICMR) mengatakan virus ini lebih berbahaya dari Covid-19.

Pasalnya, angka orang meninggal dunia lebih tinggi ketimbang Covid-19.

Tercatat angka kematian yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 hanya sebesar 2-3 persen saja.

Sedangkan pada virus Nipah, tingkat kematiannya sebesar 40 hingga 70 persen.

Gejala terinfeksi virus Nipah ialah bisa tanpa memiliki gejala, mengalami infeksi saluran akut baik ringan maupun berat.

Selain itu orang yang terinfeksi akan mengalami gejala awal seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, tenggorokan dan muntah serta lainnya.

Seseorang bisa tertular virus Nipah jika melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Lalu mengonsumsi daging mentah yang sudah terkontaminasi dari hewan yang tertular.

Kemudian melakukan kontak dengan orang yang tertular beserta cairannya seperti darah, urin maupun droplet.***

Rekomendasi