

inNalar.com – Usai Citayam Fashion Week kini hadir Jember Fashion Street, masyarakat menolak karena curiga jadi ajang berkumpulnya LGBT.
Usai viralnya Citayam Fashion Week beberapa minggu lalu di Jakarta, kini banyak kota besar lain yang mulai mengikutinya.
Jember menjadi salah satu kota yang juga akan mengadakan ajang itu pada tanggal 31 Juli 2022 malam nanti.
Namun, masyarakat menilai negatif terkait ajang ini, karena diduga menjadi perkumpulan LGBT.
Selain itu, masyarakat juga menolak kegiatan tersebut, karena dinilai tidak bermanfaat sama sekali.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 4 SD Halaman 125 127 128 Buku Tematik Subtema 2 Pembelajaran 6
Salah satu seorang aktivis ormas asal Jember Soehendri Roos Karwanto berpendapat.
Yaitu, kegiatan tersebut dinilai tidak berguna, bahkan bisa memberikan dampak negatif ke masyarakat.
“Saya jelas menolak keras kegiatan semacam ini, tidak ada manfaatnya lebih banyak mudharatnya, lebih baik gelar kegiatan lain yang lebih bermanfaat,” ujarnya.
Namun, Soehendri juga berpendapat bahwa ajang tersebut berpotensi menjadi ajang perkumpulan pada LGBT.
Selain itu Soehendri juga menegaskan, jika Kabupaten Jember sudah memiliki ajang fashion sendiri yaitu Jember Fashion Carnaval.
Baca Juga: Platform Game Online STEAM Resmi Diblokir Kominfo, Gamer: Terlalu Sepihak Tanpa Ada Alternatif
“Kita sudah punya JFC yang dikenal di seluruh penjuru dunia, kami tidak ingin nantinya acara fashion jalanan yang masih belum memiliki kejelasan ini justru mencoreng nama JFC yang sudah membumbung tinggi,” tegasnya.
Namun penolakan juga datang dari manapun, mulai dari postingan negatif yang dikeluarkan masyarakat Jember.
Semua masyarakat pun setuju untuk menolak dengan tegas terselenggaranya acara tersebut.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi