

inNalar.com – Jika kebanyakan orang berfikir hanya daerah Papua yang memiliki tambang emas, hal tersebut harus diluruskan.
Sebab, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga memiliki sumber mineral tersebut, bahkan juga tembaga.
Cadangan tambang emas dan tembaga di NTB itu juga cukuplah melimpah, karena diklaim jadi yang terbesar ke-2 di Indonesia.
Ladang emas dan tembaga itu dikenal dengan Tambang Batu Hijau yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat,
Eksploitasi hasil mineral di tempat tersebut pun sudah cukup lama, karena sudah dilakukan sejak puluhan tahun.
Berdasarkan sejarahnya, kekayaan alam yang dimiliki Pulau Sumbawa itu telah dieksploitasi oleh perusahaan yang berbasis Amerika Serikat, Newmont Mining Corp (NMC), melalui PT Newmont Nusa Tenggara.
Walaupun awalnya pada tahun 1986 perusahaan itu hanya memiliki izin untuk eksplorasi, namun hal tersebut berubah sejak tahun 1990-an.
Hingga pada awal tahun 2000, Newmonth secara resmi mulai mengadakan kegiatan produksi di Tambang Batu Hijau.
Bahkan kapasitas produksinya saat itu sempat mencapai 9,3 juta ons emas dan 4,2 juta ton tembaga.
Baca Juga: Meriahkan HUT ke-128, BRI Bikin Gerakan Peduli Pilah dan Kelola 5,5 Ton Sampah di Gelora Bung Karno
Beruntungnya, setelah beberapa tahun kekayaan Indonesia itu dieksploitasi oleh perusahaan luar negeri, semua itu telah berubah ketika dominasi PT Newmont Nusa Tenggara akhirnya menurun.
Sebab setelah melakukan diskusi yang alot dan berkepanjangan, saham yang dimiliki pada Tambang Batu Hijau di NTB ini telah diakuisisi oleh perusahaan Indonesia.
Saham PT Newmont Nusa Tenggara kini telah diambil alih oleh PT Amman Mineral Internasional melalui PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Akuisisi saham itu mulai berlaku sejak 2016, sehingga kini Tambang Batu Hijau di NTB telah dikelola oleh perusahaan asal Indonesia.
Dilansir inNalar.com dari amman.co.id, produk utama dari Tambang Batu Hijau dsendiri sebenarnya adalah konsentrat tembaga.
Sebagai tambahan, tembaga ini sebenarnya hampir tiap hari ditemukan oleh masyarakat Indonesia.
Sebab barang tersebut biasanya digunakan pada komponen di barang elektronik, kabel, bahkan peralatan-peralatan di rumah sakit pun membutuhkan mineral ini.
Selain tembaga, produk kedua yang dihasilkan dari galian tersebut adalah emas.
Bahkan hasil produksi mineral satu ini juga diklaim menjadi yang terbesar ke-2 di Indonesia.
Selain itu, cadangan emas yang masih tersimpan pun masih cukup banyak, karena masih terdapat 9190 juta ons.
Baca Juga: Hutang Rp500 Miliar, Pabrik ‘Raja Sepeda’ di Jawa Timur Ini Bangkrut Walau Sangat Terkenal, Namanya…
Maka pantaslah untuk dinobatkan jadi yang terbesar ke-2 di Indonesia setelah Grasberg yang ada di Papua.
Sementara untuk cadangan tembaga yang dimiliki, PT Amman merilis jika masih terdapat 7380 pon.
Area konsesinya pun terbilang luas, karena mencapai 25 ribu hektar yang terletak di kabupaten Sumbawa Barat.
AMNT pun terbilang memberikan kontribusi yang positif, karena perusahaan ini menyumbangkan pendapatan bruto yang cukup tinggi ke Sumbawa Barat.
Pada tahun 2020, recovery rate tembaga yang diperoleh perusahaan ini lebih tinggi 10% dari waktu sebelumnya.
Maka, tidak heran jika sampai saat ini AMNT menyumbang 95% pendapatan bruto Sumbawa Barat.
Mereka mengklaim masih bisa melakukan pertambangan mineral itu hingga 40 tahun ke depan, dengan cadangan yang masih cukup melimpah seperti yang telah dijelaskan di atas.
Apalagi perusahaan ini juga tengah membangun bandara sendiri untuk memudahkan akses pertambangan.***