Update Serangan Udara Israel ke Gaza Telan 435 Korban Tewas dalam 24 Jam dan Rumah Sakit Kini Gelap Gulita

inNalar.com – Militer Israel kembali lakukan serangan udara ke wilayah Gaza pada Senin, 23 Oktober 2023.

Serangan brutal Israel ke wilayah Gaza kembali merenggut korban sipil, kebanyakan di antaranya adalah wanita dan anak-anak.

Disebutkan oleh pihak Kementerian Kesehatan Palestina melalui akun resminya, “Pihak Israel telah melakukan 23 pembantaian dalam 24 jam terakhir.”

Baca Juga: Bentuknya Mirip Lambang Cinta, Bukit di Sumatera Utara Ini Jadi Primadona dan Dijuluki Bukit Teletubbies

“Sebanyak 435 korban tewas, termasuk 192 di antaranya berasal dari anak-anak, dengan sebagian besar korban diidentifikasi berasal dari Selatan Gaza,” lanjut keterangannya.

Bahkan terekam momen dalam video singkat di media sosial Twitter yang diunggah ulang oleh @GazaHospital dari akun @Salah82086315 seorang gadis Palestina yang menangis lemas menyadari ibunya menjadi salah satu korban dari serangan brutal Israel.

Adapun kondisi terkini per Selasa, 24 Oktober 2023 pukul 5:27 AM waktu setempat di Palestina, terpantau Rumah Sakit Indonesia di Gaza kini dalam kondisi gelap gulita.

Baca Juga: Luasnya 7,49 Hektar dan Berada di Ketinggian 1,39 Meter, Resort di Kabupaten Toba Ini Memiliki Nama…

Meski Rumah Sakit Indonesia di Gaza berada dalam kondisi gelap gulita, aktivitas penyelamatan korban serangan Israel di Palestina terus berlanjut.

Bersamaan dengan itu, Israel terus menyerukan pengosongan wilayah tersebut diikuti dengan teror bom yang terus menghantui para penduduknya.

Sebagaimana diketahui pihak Israel kembali memberikan serangan ancaman bom ke wilayah sekitar Rumah Sakit Al-Quds.

Baca Juga: Bukan Hanya Terbersih di Dunia, Desa Penglipuran Bali Ternyata Juga Anti Poligami! Kok Bisa?

Pihak zionis meminta agar 400 pasien dan 12.000 segera mengevakuasi diri mereka, padahal permintaan tersebut nampak tidak mungkin direalisasikan.

Euro-Med Human Rights Monitor kembali menyoroti pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Israel ke Gaza.

Menurut pihaknya, peran United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in The Near East (UNRWA) dinilai gagal menyelamatkan mereka.

Pihak UNRWA dinilai tidak mampu mencegah deretan perintah evakuasi yang dinilai tidak sah menurut hukum internasional.

Keadaan ini menjadi ironis padahal sebelumnya Hamas telah membebaskan dua lansia berkewarganegaraan Israel pada Senin, 23 Oktober 2023 malam hari.

Tercatat dari update laporan korban tewas di Gaza per Senin sore lalu ada sebanyak 5.087 terbunuh, diketahui sebagian besarnya adalah berasal dari kelompok wanita dan anak-anak.***

Rekomendasi