

inNalar.com – Baru-baru ini Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil mengamankan dua orang terduga teroris di Yogyakarta.
Karo Penmas Divisi Humas Polri mengatakan, dua terduga teroris berinisial RAU (32) ditangkap di Tegalrejo, Yogyakarta, dan SU (52) diamankan di Sewon Bantul, Yogyakarta pada hari yang sama, Rabu, 9 Februari 2022.
Pihak kepolisian mengungkap, bahwa keduanya diduga kuat terafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Baca Juga: Kesaksian Istri RAU Terduga Teroris yang Ditangkap di Yogyakarta, Tak Tahu Suaminya Anggota JAD
“Dua tersangka (merupakan) jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) wilayah Yogyakarta,” kata Brigjen. Pol. Ahmad Ramadhan.
Lebih lanjut, dari keterangan polisi terduga pelaku inisial RAU pernah berbaiat pada Amir Daulah Islamiyah Abu Bakar Al Baghdadi.
Kemudian, pada tahun 2019 RAU kembali berbaiat kepada Amir Daulah Islamiyah Al Hasyimi.
“RAU anggota JAD Yogyakarta dan ikut uji coba bom Gunung Sepuh, Bantul 2018,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri.
RAU Sempat Beri Wejangan
Salah seorang pria inisial MAA yang mengaku sesama jamaah di satu mushola bersama RAU, menceritakan bahwa dirinya sempat mendapat wejangan.
Baca Juga: 2 Terduga Teroris Ditangkap di Yogyakarta, Salah Satunya Pernah Berbaiat Langsung ke Petinggi ISIS
Hal itu berawal dari obrolan MAA yang menanyakan dimana saja RAU aktif mengikuti kajian keagamaan.
“Saya pernah tanya, mas kalau kajian biasa dimana mas? Jawabannya, saya beberapa waktu terakhir udah jarang kajian mas,”
“Cman dulu pernah ngaji ke Ustadz Ja’far/ Abu Ja’far (kalau nggak salah ingat),” kata MAA kepada inNalar.com melalui pesan singkat pada Sabtu, 12 Februari 2022.
Dari keterangan MAA, terduga teroris yang ditangkap di Yogyakarta itu menjelaskan bahwa ilmu yang paling penting dipelajari dalam agama adalah ilmu tauhid.
Baca Juga: Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan, JHT Baru Bisa Diambil Jika Usia Sudah 56 Tahun
“Trus juga ana sempat pernah minta nasihat ke beliau (RAU), Apapun nasihatnya, saya pingin dengar dari Antum,”
Kemudian, RAU menjawab, “Yang terpenting buat dipelajari itu ilmu tauhid mas, trus ilmu ibadah keseharian, yg berkaitan dg syariat lah pokoknya,” terangnya.
Pengakuan Istri RAU
Di lain sisi, istri RAU, salah satu terduga teroris yang ditangkap di Yogyakarta, mengaku tidak mengetahui keterlibatan suaminya dalam jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Wanita yang akrab dipanggil Mumu ini mengatakan, bahwa suaminya tidak pernah menceritakan apa pun soal kegiatannya di luar rumah.
“Saya tidak tahu, suamiku juga tidak pernah cerita sama saya,” kata Mumu kepada inNalar.com melalui pesan singkat pada Jumat, 11 Februari 2022.
Baca Juga: Keputusan Invasi Ada di Tangan Putin, Jake Sullivan Desak Warga AS Untuk Segera Tinggalkan Ukraina
Saat ditanyai soal kronologi penangkapan RAU, Mumu mengaku masih syok dan belum bisa menjelaskan lebih detail.
“Saya belum bisa jawab apa-apa, sampai saat ini saya masih syok dan trauma,” ungkapnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi